Analisis

Steur Harus Geser Joelinton di Lini Tengah Newcastle

Steur Harus Geser Joelinton di Lini Tengah Newcastle

Newcastle United dituntut untuk segera tampil lebih meyakinkan di Liga Premier setelah menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir. Skuad asuhan Matthias Jaissle yang saat ini hanya berjarak dua poin di atas zona degradasi dari Coventry City dinilai perlu melakukan perubahan komposisi lini tengah jelang laga tandang melawan Crystal Palace pada Minggu siang.

Penurunan Performa Newcastle dan Posisi Joelinton

Perubahan besar terjadi di tubuh Newcastle setelah Matthias Jaissle ditunjuk menggantikan posisi Eddie Howe sebagai pelatih kepala pada awal Agustus. Jaissle menghadapi tugas berat menyusul kepergian sejumlah pemain kunci, seperti Bruno Guimaraes yang pindah ke Arsenal dengan nilai transfer besar, serta Sandro Tonali dan Anthony Gordon yang memilih hengkang setelah penurunan performa tim pada musim 2025/2026.

Pada musim 2025/2026, Newcastle mengakhiri kompetisi di peringkat ke-12 dengan perolehan 49 poin. Catatan tersebut merupakan penurunan drastis dibandingkan musim-musim sebelumnya di bawah kepemimpinan Howe, ketika klub finis di posisi ke-11 pada 2021/2022, posisi keempat dengan 71 poin pada 2022/2023, posisi ketujuh dengan 60 poin pada 2023/2024, serta posisi kelima dengan 66 poin pada 2024/2025.

Kekalahan dari Aston Villa akhir pekan lalu memperlihatkan rapuhnya sektor tengah Newcastle. Joelinton, yang kini memegang peran sebagai wakil kapten seiring kepergian para pemain senior, dinilai tidak serta-merta berhak mengunci posisi starter setiap pekan. Seperti dilaporkan Football FanCast, gelandang berusia 30 tahun yang sempat absen karena cedera di awal musim tersebut tampil mengecewakan pada laga terakhir di St. James’ Park. Ia mendapat kartu kuning di awal laga, tidak mencatatkan satu pun takel, dan kalah dalam delapan dari 12 duel yang dilakoni, meski tampil rapi saat menguasai bola.

Joelinton sebelumnya merupakan salah satu kisah sukses di Newcastle setelah berhasil mengubah posisinya dari penyerang tengah menjadi gelandang box-to-box yang tangguh, meraih trofi, serta membentuk kemitraan solid bersama Guimaraes dan Tonali. Namun, performa pemain asal Brasil itu merosot sejak tahun lalu dan diperburuk oleh masalah cedera. Kondisi ini membuat rekan setimnya di lini tengah, Nico Gonzalez, membutuhkan pasangan yang lebih kreatif saat menghadapi Crystal Palace yang baru saja dikalahkan Brighton.

Potensi Sean Steur Sebagai Penerus Guimaraes

Seperti dilaporkan Football FanCast, Newcastle memiliki opsi pengganti di lini tengah pada diri pemain muda asal Belanda, Sean Steur. Gelandang berusia 18 tahun dengan tinggi badan 188 cm tersebut dibeli dari Ajax seharga 23 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas saat Howe masih melatih.

Pemain tim nasional Belanda U-21 tersebut sempat mencuri perhatian saat tampil dalam kemenangan 2-1 atas Hull City di St. James’ Park. Bermain selama 66 menit, Steur mencatatkan dua takel sukses, memenangi tiga duel, menciptakan dua peluang, dan mencatatkan akurasi umpan hingga 89 persen. Meski demikian, ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak diturunkan dalam dua kekalahan beruntun yang dialami Newcastle belakangan ini.

Steur dinilai memiliki kombinasi keterampilan teknis dan keuletan bertarung yang berpotensi membuatnya menjadi penerus Bruno Guimaraes di lini tengah Magpies. Guimaraes sendiri meninggalkan warisan besar sejak didatangkan dari Lyon seharga 40 juta poundsterling pada Januari 2022. Sebelum melanjutkan karier di Arsenal pada usia 28 tahun, Guimaraes mencatatkan 17 penampilan dengan lima gol dan satu assist di musim pertamanya, lalu 32 penampilan (4 gol, 5 assist), 37 penampilan (7 gol, 8 assist), 38 penampilan (5 gol, 6 assist), serta 29 penampilan (9 gol, 5 assist) pada musim terakhirnya di Newcastle.

Dengan kemampuan teknis yang berada di atas Joelinton saat ini, Steur dinilai layak diberikan kesempatan tampil sejak awal untuk berduet dengan Gonzalez guna memberikan dimensi permainan baru bagi Newcastle.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *