Co-owner Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, dilaporkan memiliki peluang untuk membeli sisa saham keluarga Glazer dan menguasai penuh klub pada tahun 2029. Rencana jangka panjang ini mencuat di tengah ketidakpastian struktur kepemilikan dan ketertarikan dari sejumlah pihak lain.
Minat dari Timur Tengah dan Ketentuan Pinjaman Baru
Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan melalui kanal United Stand bahwa terdapat minat dari dua kelompok asal Timur Tengah dalam setahun terakhir untuk mengakuisisi Manchester United. Menurut laporan tersebut, terdapat ketertarikan dari pihak swasta Arab Saudi serta kelompok investor asal Bahrain dan Uni Emirat Arab, meski belum satupun berwujud penawaran resmi.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari The Daily Telegraph yang dilaporkan oleh Football365, ketentuan dari pinjaman baru klub senilai 550 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp8,7 triliun memberikan indikasi kuat mengenai kapan INEOS pimpinan Ratcliffe dapat berupaya mengambil alih mayoritas saham dari keluarga Glazer. Kesepakatan pembiayaan ulang yang disepakati pada bulan Juni tersebut memuat klausul khusus yang berkaitan dengan rencana pembangunan stadion baru.
Klausul Stadion dan Batas Waktu Tahun 2029
Persyaratan pinjaman mencantumkan istilah “Stadium Event”, yakni dana yang dihimpun khusus oleh klub untuk mendanai pembangunan stadion baru atau merenovasi Old Trafford melalui pinjaman maupun suntikan ekuitas dari investor. Ketentuan tersebut menyatakan bahwa “Stadium Event” akan membuka opsi untuk melunasi wesel pinjaman senilai 550 juta dolar Amerika Serikat secara penuh tanpa penalti pembayaran dini, yang hanya dapat dilakukan pada atau setelah 10 Juni 2029.
Selain itu, pinjaman berjangka terpisah senilai 225 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,5 triliun juga dapat dilunasi kapan saja. Kombinasi klausul ini dirancang untuk mendorong penyelesaian seluruh utang yang berkaitan dengan pembelian leveraged buyout (LBO) keluarga Glazer secara bersamaan dengan pembiayaan stadion pada pertengahan tahun 2029.
Mantan analis riset ekuitas Goldman Sachs sekaligus pendiri lembaga penasihat keuangan olahraga SPG, Jamie Bajwa, menilai bahwa fasilitas kredit bergulir klub yang akan kedaluwarsa pada 31 Desember 2029 menjadikan paruh kedua tahun 2029 sebagai jendela alami untuk melunasi utang LBO dan melakukan pembiayaan ulang sebagai bagian dari agenda stadion.







