Nilai transfer gelandang Arsenal, Eberechi Eze, dikabarkan merosot tajam dari 67,5 juta poundsterling menjadi hanya 40 juta poundsterling di tengah masa sulitnya bersama klub. Pemain tim nasional Inggris tersebut didatangkan dari Crystal Palace pada Agustus 2025 setelah The Gunners menikung negosiasi Tottenham Hotspur.
Penurunan Harga Pasar
Mantan Kepala Eksekutif Everton, Keith Wyness, menyatakan kepada Football Insider bahwa nilai jual sang gelandang serang kini telah mengalami penurunan drastis akibat performanya yang kurang konsisten. Menurut Wyness, pihak klub akan mengalami kerugian jika memutuskan untuk menjualnya pada angka pasaran saat ini.
“Saya rasa mereka akan merealisasikan kerugian jika mereka menjualnya, karena saya pikir harganya bernilai sekitar 50 juta poundsterling di pembukuan saat ini, dan mereka mungkin akan melihat valuasi di kisaran 40 juta poundsterling, melihat bagaimana performanya,” kata Wyness.
Wyness menambahkan bahwa pembelian Eze merupakan gejala dari kebijakan klub yang merekrut talenta ketimbang membeli berdasarkan kebutuhan tim. Ia menilai lini tengah Arsenal saat ini terlalu menumpuk sehingga manajemen perlu lebih selektif dalam mendatangkan pemain di masa mendatang.
Persaingan dan Kepercayaan Mikel Arteta
Sejak kepindahannya, pemain berusia 28 tahun tersebut telah mencatatkan 12 gol dan tujuh assist dari 63 penampilan di semua kompetisi. Kendati sempat tampil gemilang melawan Lille dan Bayern Munich di Liga Champions, ia kerap berada di bawah bayang-bayang Christos Tzolis dan Martin Odegaard dalam pilihan utama Mikel Arteta.
Mantan pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, mengungkapkan pada 19 Oktober bahwa sang manajer belum sepenuhnya menaruh kepercayaan kepada pemain bernomor punggung tersebut karena dinilai sering menghilang dalam pertandingan tertentu. Kondisi ini membuat waktu bagi sang pemain untuk memukau di Emirates semakin menipis.
Meskipun demikian, jurnalis Pete O’Rourke melaporkan bahwa sang pemain tidak merasa khawatir dengan minimnya waktu bermain musim ini dan tetap percaya diri dapat menembus skuad utama. Di sisi lain, pengamat bursa transfer Graeme Bailey menilai posisi di sisi kiri penyerangan masih terbuka, namun klub menyadari bahwa mantan bintang Palace tersebut bukanlah solusi jangka panjang dan hanya berstatus sebagai pemain pelapis.







