Kritik tajam dari para pendukung Manchester United terus mengalir, namun kali ini bukan kepada pelatih Michael Carrick, melainkan kepada para petinggi klub seperti Jason Wilcox. Berbagai pandangan dan surat dari para suporter yang dihimpun oleh Football365 menyoroti akar permasalahan keterpurukan Setan Merah yang dinilai berasal dari jajaran manajemen puncak.
Akar Masalah dari Era Glazers hingga INEOS
Sejumlah suporter menyoroti bagaimana keluarga Glazer mengambil alih Manchester United melalui pembelian dengan leverage atau *leveraged buyout* yang justru membebani klub yang tadinya bebas utang dengan tanggungan finansial besar. Kepemilikan ini disebut murni sebagai motif bisnis dan mesin pencetak uang, bukan ambisi di dunia sepak bola. Ketika Sir Alex Ferguson pensiun, operasional klub jatuh ke tangan Ed Woodward yang tidak memiliki latar belakang sepak bola, disusul kemudian oleh masuknya INEOS yang dipimpin Sir Jim Ratcliffe.
Alih-alih menghadirkan sosok operasional yang piawai seperti Tony Bloom atau Mathew Benham, klub justru mendatangkan figur seperti Jason Wilcox. Para suporter menilai para direksi dan pemilik minoritas di lini sepak bola kini diisi oleh orang-orang yang narsis, terlalu dipromosikan, dan tidak becus. Kebijakan transfer dan strategi sepak bola klub dinilai berantakan tanpa arah yang jelas, berbeda dengan era kejayaan di masa lalu.
Kritik terhadap Keputusan Tim dan Ruang Ganti
Terkait situasi di lapangan, suporter juga menyoroti keputusan pelatih Michael Carrick yang mencadangkan Bruno Fernandes namun tetap memasukkannya ke dalam daftar pemain cadangan dalam pertandingan melawan Bournemouth. Langkah tersebut dinilai justru melemahkan otoritas pelatih dan mengirimkan pesan yang keliru kepada skuad. Meskipun ada peningkatan energi dalam permainan, kualitas penyelesaian akhir dan kerapuhan lini pertahanan masih menjadi persoalan besar.
Pergantian manajer terus berulang dari Erik ten Hag, Ruben Amorim, hingga Carrick, namun tidak ada kontinuitas karena ketiadaan strategi sepak bola yang solid dari departemen olahraga. Para penggemar berpendapat bahwa pemecatan manajer secara terus-menerus tidak akan menyelesaikan masalah mendasar jika para petinggi di ruang dewan tidak segera dibenahi.
Klub kini dinilai berada di ambang titik nadir dengan ancaman degradasi yang nyata di Liga Primer. Para suporter sepakat bahwa pemulihan Manchester United hanya bisa dimulai jika masalah struktural di jajaran manajemen puncak dan kepemilikan klub dapat diselesaikan secara tuntas.







