Gosip Bola

Crystal Palace Lirik Scott Parker Sebagai Pengganti Pierre Sage

Crystal Palace Lirik Scott Parker Sebagai Pengganti Pierre Sage

Crystal Palace dikabarkan tengah melakukan pembicaraan internal untuk mendatangkan mantan manajer Burnley, Scott Parker, di tengah spekulasi mengenai masa depan Pierre Sage di Selhurst Park. Posisi Sage mulai dipertanyakan menyusul kekalahan kandang dua gol tanpa balas dari Newcastle United pada hari Minggu.

Pertimbangan Kursi Kepelatihan Palace

Klub berjuluk The Eagles tersebut saat ini hanya berada satu poin di atas zona degradasi Liga Primer, sehingga ancaman pertarungan untuk bertahan di kasta tertinggi menjadi nyata. Sebelumnya, Sean Dyche sempat dijagokan sebagai kandidat utama berkat pengalaman luasnya menyelamatkan tim dari jurang degradasi, seperti saat mempertahankan Everton pada hari terakhir musim 2022-2023 serta membawa Burnley finis di peringkat ketujuh pada musim 2017-2018.

Kendati demikian, gaya permainan Dyche kerap dipertanyakan karena dinilai kurang progresif, seperti yang pernah diungkapkan oleh Simon Jordan dari talkSPORT saat Dyche ditunjuk menangani Nottingham Forest musim lalu. Situasi ini membuat Palace turut mempertimbangkan opsi manajer asal Inggris lainnya yang dinilai lebih sesuai.

Peluang dan Rekam Jejak Scott Parker

Berdasarkan laporan dari TEAMtalk yang dikutip oleh Football FanCast, manajemen Crystal Palace telah mendiskusikan peluang merekrut Scott Parker yang menganggur sejak meninggalkan Burnley pada bulan April lalu. Parker, yang gemar menerapkan formasi 4-2-3-1, masuk dalam radar klub bersama sejumlah nama lain seperti Thomas Frank, Kieran McKenna, dan Rob Edwards.

Meskipun gagal menyelamatkan Burnley dari degradasi sebelumnya, pengalamannya di Liga Primer tetap menjadi pertimbangan. Terkait kinerja Parker di Turf Moor, Sean Dyche sempat memberikan pujian dengan menyebut bahwa pelatih berusia 46 tahun tersebut telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam membawa tim promosi kembali. Di sisi lain, catatan karier Parker yang juga pernah berpisah jalan dengan AFC Bournemouth dan Fulham menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya teruji secara konsisten di level tertinggi Liga Primer.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *