Pelatih Inter Cristian Chivu memberikan pujian tinggi kepada para pemainnya setelah tim berjuluk Nerazzurri tersebut bangkit dari tertinggal untuk meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Fiorentina di Stadion San Siro pada Minggu dalam laga pekan kedelapan Serie A.
Kemenangan Dramatis di San Siro
Inter sempat tertinggal lebih dulu akibat tendangan jarak jauh dari Alex Jimenez, namun Marcus Thuram sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-90. Lima menit berselang, Thuram kembali menjadi aktor penting dengan memenangkan penalti yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Piotr Zielinski untuk memastikan kemenangan tuan rumah.
Seperti dilaporkan Football Italia, Chivu mengaku dirinya tidak menyaksikan langsung eksekusi penalti pemain tim nasional Polandia tersebut dari pinggir lapangan. Ia memikirkan seluruh hal positif dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Menurut Chivu kepada DAZN, timnya mengawali laga dengan pendekatan yang sangat baik di segala aspek sebelum akhirnya tertinggal lewat gol jarak jauh ke sudut atas gawang. Ia menilai organisasi permainan, kualitas, serta determinasi para pemainnya sama sekali tidak dapat disalahkan.
Inter tercatat melepaskan total 33 tembakan dalam pertandingan tersebut. Kemenangan ini membuat Nerazzurri telah mengumpulkan total 13 poin dari posisi tertinggal pada musim kompetisi ini.
Chivu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemainnya yang telah mengerahkan kemampuan terbaik hingga detik akhir demi mengamankan kemenangan. Ia menegaskan bahwa pertandingan tersebut tidak berjalan mudah dan timnya layak meraih tiga poin.
Perubahan Taktik dan Mentalitas Tim
Dalam pertandingan ini, Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram tampil sebagai starter di lini depan sebelum Ange-Yoan Bonny masuk menggantikan Esposito pada babak kedua. Chivu menjelaskan bahwa pergerakan Bonny mampu memberikan mobilitas lebih dan tidak memberi titik acuan tetap bagi para pemain bertahan lawan.
Inter sempat memprotes keputusan wasit ketika Marcus Thuram dijatuhkan di dalam kotak penalti menyusul insiden yang melibatkan pemain Fiorentina, di mana wasit awalnya menunjuk titik putih sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut dan memberikan lemparan ke dalam.
Tambahan tiga poin ini membuat Inter sukses menyamai perolehan poin Lazio di puncak klasemen sementara Serie A setelah skuad asuhan Gennaro Gattuso tersebut menaklukkan Parma dengan skor 2-1 pada hari Sabtu. Saat ini, Inter memegang rekor lini serang terbaik di liga dengan torehan 23 gol, meski telah kebobolan sepuluh kali.
Chivu menegaskan bahwa kebobolan adalah bagian dari sepak bola dan yang terpenting adalah menjaga mentalitas tanpa harus merasa kasihan pada diri sendiri atau mengeluhkan keputusan wasit. Ia mengingatkan bahwa pertandingan berlangsung selama sembilan puluh menit dan para pemain harus selalu merespons setiap rintangan dengan keteguhan hati.
Sumber: Football Italia







