Berita Bola

Avram Glazer Sebut Performa Tim Tak Memengaruhi Bisnis MU

Avram Glazer Sebut Performa Tim Tak Memengaruhi Bisnis MU
Daftar Isi
  1. Kinerja Lapangan Dinilai Tak Berdampak pada Komersial
  2. Ketegangan yang Terus Berlanjut dengan Suporter
  3. Keterpurukan Performa Manchester United di Liga

Pemilik sebagian Manchester United, Avram Glazer, kembali memicu gelombang kritik dari suporter setelah menyampaikan pernyataan kontroversial mengenai hubungan antara performa tim di lapangan dan pendapatan komersial klub. Seperti dilaporkan CaughtOffside, Glazer menilai klub dengan daya tarik global seperti Manchester United tetap mampu mempertahankan kekuatan finansial meski sedang mengalami penurunan prestasi di lapangan.

Kinerja Lapangan Dinilai Tak Berdampak pada Komersial

Saat berbicara dalam Konferensi Investasi Olahraga yang diselenggarakan Deutsche Bank di London, Avram Glazer menegaskan bahwa merek global Setan Merah tetap memikat para mitra bisnis. Ia berargumen bahwa pencapaian tim utama di lapangan tidak berpengaruh besar terhadap keberhasilan dari sektor bisnis.

“Playing performance doesn’t really have a meaningful impact on what we can do on the commercial side of the business,” kata Avram Glazer sebagaimana dikutip The Sun.

Ketika peserta acara menanyakan korelasi antara hasil pertandingan dan nilai merek dunia, Glazer mencontohkan waralaba olahraga besar di Amerika Utara. Pria yang juga memiliki klub NFL Tampa Bay Buccaneers ini menunjuk New York Yankees di kompetisi Major League Baseball dan Dallas Cowboys di NFL sebagai bukti bahwa merek raksasa tetap menghasilkan pendapatan besar meski mengalami masa kekeringan trofi yang panjang.

Ketegangan yang Terus Berlanjut dengan Suporter

Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi korporasi keluarga Glazer yang memicu penolakan keras dari pendukung Manchester United sejak pengambilalihan klub pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, para pendukung menuding keluarga Glazer lebih memprioritaskan pembayaran dividen, pembayaran utang, dan monetisasi komersial dibandingkan prestasi sepak bola.

Pandangan Avram Glazer serupa dengan pernyataan yang pernah disampaikan mantan wakil ketua eksekutif Ed Woodward. Penegasan bahwa kinerja tim berada di urutan kedua setelah pertumbuhan bisnis semakin memperkuat persepsi bahwa pihak pemilik memandang institusi tersebut murni sebagai aset keuangan ketimbang klub sepak bola kompetitif.

Penolakan suporter terhadap kepemilikan keluarga Glazer telah diwarnai berbagai aksi protes, mulai dari pembentukan FC United of Manchester pada 2005, gerakan protes warna hijau-emas, hingga demonstrasi berulang di Old Trafford.

Keterpurukan Performa Manchester United di Liga

Pernyataan ini muncul di tengah awal musim 2026/2027 yang sulit bagi Manchester United. Skuad asuhan Michael Carrick baru mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan awal Liga Primer, yang menempatkan mereka di posisi ke-17 klasemen sementara dan hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol.

Meski Manchester United baru saja menyudahi rekor sembilan laga tanpa kemenangan lewat keunggulan dramatis 3-2 atas Roma di Liga Champions, posisi mereka di liga domestik tetap mengkhawatirkan. Berada dekat dengan zona degradasi membuat pernyataan Avram Glazer dinilai sulit meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama antara pemilik klub dan para pendukungnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *