Arsenal sukses memetik kemenangan perdana mereka di markas Liverpool sejak September 2012 setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal dari Kai Havertz pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang diwarnai ketegangan tinggi di Stadion Anfield.
Gol Cepat Havertz dan Dominasi Taktis Arsenal
Pertandingan baru berjalan 16 menit ketika Kai Havertz memecah kebuntuan melalui gol mudah di dalam kotak penalti. Gol tersebut berawal dari kesalahan kiper Liverpool Alisson yang gagal memberikan operan pendek dengan sempurna kepada Jérémy Jacquet. Martin Ødegaard langsung merebut bola dan membangun kerja sama apik bersama Declan Rice, yang kemudian melepaskan umpan mendatar matang untuk diselesaikan dengan mudah oleh Havertz.
Bagi Mikel Arteta, kemenangan ini menegaskan kapasitas timnya untuk mengendalikan jalannya pertandingan dan membuat frustrasi lawan. Sepanjang laga, The Gunners mampu meredam intensitas tinggi yang ditunjukkan Liverpool pada awal babak pertama, termasuk penampilan gelandang muda tuan rumah Trey Nyoni yang tampil energik sejak menit awal.
Protes Tuan Rumah dan Kendali Permainan The Gunners
Pendukung tuan rumah sempat dibuat geram oleh taktik tim tamu yang dianggap sering mengulur waktu dan memenangi banyak situasi bola mati. Liverpool juga memiliki sejumlah keluhan, termasuk klaim penalti ketika Alexander Isak ditarik oleh Jurriën Timber pada babak pertama, serta insiden gesekan kepala antara Noni Madueke dan Alexis Mac Allister menjelang akhir laga.
Liverpool sempat memberikan ancaman melalui sundulan bebas Mac Allister yang gagal membuahkan hasil serta tendangan bebas Florian Wirtz yang mengenai mistar gawang sebelum turun minum. Namun, lini serang tuan rumah kehilangan ketajaman di paruh kedua pertandingan dan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, membuat rekor lima kemenangan beruntun mereka di semua kompetisi harus terhenti.
Di sisi lain, Arsenal tampil semakin tenang dan disiplin dalam menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membawa skuad asuhan Mikel Arteta pulang ke London dengan membawa pernyataan tegas sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Primer musim ini.
Sumber: Football | The Guardian







