Daftar Isi
Sebuah gol indah umumnya dinilai dari tingkat kesulitan, teknik, jarak, serta pentingnya laga tersebut bagi sebuah tim. Kendati demikian, seperti diulas oleh Planet Football, terdapat sejumlah gol spektakuler dalam sejarah sepak bola yang apabila dicermati ulang, tingkat kesulitannya tidak terlalu mustahil untuk dilakukan oleh pemain biasa.
George Weah, Nayim, dan Steven Whittaker
Gol terbaik George Weah saat AC Milan melawan Verona pada tahun 1996 sempat mengantarkannya menjadi Presiden Liberia, meski jika dilihat kembali, ia hanya berlari dari kotak penalti sendiri dan melewati dua pemain saja. Gol jarak jauh Nayim untuk Real Zaragoza saat menghadapi Arsenal pada 1995 juga dianggap tidak revolusioner karena ia mendapat bantuan dua pantulan bola sebelum melepaskan tembakan melambung. Sementara itu, aksi Steven Whittaker untuk Rangers melawan Sporting pada 2008 memberikan sensasi kedekatan bagi penonton karena proses golnya terasa familier dan membumi.
Hal Robson-Kanu, Luis Suarez, dan Tony Yeboah
Ketika Wales melawan Belgia pada Euro 2016, momen ciamik Hal Robson-Kanu lebih mengandalkan ketenangan dan kecepatan berpikir daripada teknik tingkat tinggi yang langka. Dalam daftar gol ikonis Luis Suarez untuk Liverpool melawan Norwich pada 2013, gol pertama dinilai sebagai opsi yang paling masuk akal untuk ditiru karena memanfaatkan pantulan bola yang menguntungkan. Di sisi lain, gol tendangan voli keras Tony Yeboah untuk Leeds United saat melawan Wimbledon pada 1995 terbantu oleh bola yang memantul secara tidak sengaja dari lututnya, membuat gol luar biasa tersebut terasa lebih manusiawi.
Riley McGree, Matt Taylor, dan Hatem Ben Arfa
Nominasi Puskas Award 2018 milik Riley McGree dari laga Newcastle Jets melawan Melbourne City menampilkan penyelesaian akhir akurat, meski gerakan kaki di balik punggung tersebut dinilai sebagai reaksi refleks yang bisa dilakukan siapa saja. Matt Taylor mencetak gol jarak jauh untuk Portsmouth melawan Sunderland pada 2005 yang melibatkan tiga kali pantulan bola, sehingga tingkat kesulitannya tergolong rendah. Terakhir, aksi individu Hatem Ben Arfa untuk Newcastle United melawan Bolton pada 2012 memang dihiasi sentuhan pertama dan ketenangan luar biasa, namun jarak 50 yard di antaranya hanyalah momen berlari dalam garis lurus.
Sumber: Planet Football







