Manajer Manchester United Michael Carrick terancam kehilangan jabatannya menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami tim berjuluk Setan Merah tersebut. Namun, jurnalis Henry Winter membeberkan sejumlah masalah di klub yang sama sekali bukan kesalahan sang pelatih.
Kekalahan dari Bournemouth dan Posisi Klasemen
Kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari Bournemouth pada Minggu sore menandai hasil negatif ketiga Manchester United dalam empat pertandingan terakhir. Sebelumnya, mereka juga harus takluk di tangan Atletico Madrid serta Como. Hasil minor ini membuat Manchester United terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Primer.
Melalui akun media sosial X, seperti dilaporkan Football365, Winter menyatakan bahwa Carrick kemungkinan besar harus membayar kekalahan ini dengan posisinya. Meski mengakui ada keputusan pemilihan pemain dan taktik dari Carrick yang dipertanyakan, ia menilai akar permasalahan klub tidak terletak pada sang manajer.
Lima Masalah Utama di Luar Kendali Carrick
Winter merinci lima poin kegagalan klub yang berada di luar tanggung jawab Carrick. Pertama, Carrick tidak ikut merekrut Youri Tielemans yang dinilai minim fisik dan mobilitas, serta gelandang cadangan Chelsea Andrey Santos. Kedua, manajemen klub gagal memperkuat lini pertahanan pada posisi bek tengah dan bek kiri.
Poin ketiga adalah cedera yang menimpa penyerang utama Benjamin Sesko, di mana manajemen tidak menyediakan pemain pelapis yang memadai. Keempat, Carrick tidak bertanggung jawab atas kepemilikan keluarga Glazer yang lebih mengutamakan aspek bisnis ketimbang prestasi olahraga. Menurutnya, arah kebijakan dari jajaran petinggi klub sangat minim kepemimpinan dan keahlian.
Terakhir, para pendukung di Stretford End tetap menyanyikan nama Carrick karena mereka memahami sang manajer peduli kepada klub dan masalah utama bersumber dari manajemen atas. Sebaliknya, kapten tim Bruno Fernandes justru mendapat sorotan tajam karena dinilai tidak menunjukkan kepemimpinan di lapangan saat tim terpuruk.
Pertandingan melawan Bournemouth tersebut diyakini sebagai laga terakhir Carrick dalam memimpin skuad Manchester United sebelum pemecatan resmi diumumkan.







