Daftar Isi
Kekalahan telak Manchester United dari Bournemouth membuat masa depan Michael Carrick sebagai manajer di Old Trafford berada di ambang kehormatan. Hasil buruk ini memperpanjang tren negatif Setan Merah yang menelan delapan kekalahan beruntun di berbagai ajang.
Kekalahan Beruntun Manchester United atas Bournemouth
Dalam pertandingan Liga Primer Inggris, Manchester United kembali gagal mengatasi perlawanan Bournemouth di kandang sendiri setelah takluk dengan skor 3-0. Pertandingan berjalan sulit bagi tuan rumah yang kesulitan mengimbangi permainan tim tamu asuhan Marco Rose sepanjang laga.
Kebuntuan pecah pada babak pertama ketika Rayan mencetak gol lewat tendangan voli menyambut umpan tendangan bebas Justin Kluivert. Tertinggal satu gol, situasi semakin memburuk bagi tuan rumah akibat kesalahan lini belakang yang dimanfaatkan oleh Adrien Truffert untuk memberikan umpan kepada Marcus Tavernier yang menggandakan keunggulan.
Pada paruh kedua, gawang United kembali bobol setelah blunder lini pertahanan membuat Evanilson dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong dari sudut sempit. Keputusan melakukan pergantian pemain sebelum menit ke-70 tidak mampu mengubah keadaan, hingga peluit panjang berbunyi diiringi sorotan suporter yang kecewa terhadap penampilan para pemain, sementara Carrick mendapat tepuk tangan perpisahan dari tribun penonton.
Kontribusi Buruk Para Pemain Manchester United
Hasil minor ini juga memperlihatkan kegagalan sejumlah pemain senior dalam membuktikan kualitas mereka di lapangan, termasuk gelandang Youri Tielemans yang ditarik keluar saat turun minum setelah kehilangan penguasaan bola sebanyak 11 kali dan kalah dalam 79 persen duel darat.
Penyerang Bryan Mbeumo juga gagal memberikan dampak signifikan di lini depan sepanjang 90 menit pertandingan. Pemain asal Kamerun tersebut kalah dalam 75 persen duel udara dan 50 persen duel darat melawan para pemain bertahan Bournemouth.
Sorotan Tajam Terhadap Performa Diogo Dalot
Situasi sulit yang dihadapi Carrick turut dipengaruhi oleh keterbatasan opsi skuad, termasuk penampilan bek Diogo Dalot yang terus menuai kritik dalam beberapa musim terakhir. Bermain di posisi bek kiri, pemain asal Portugal berusia 27 tahun itu hanya mampu mencatatkan akurasi operan sebesar 65 persen.
Menurut Football FanCast, Dalot tercatat kehilangan penguasaan bola hingga 30 kali selama pertandingan, jumlah tertinggi di antara seluruh pemain di lapangan, serta hanya mampu menyelesaikan 29 persen percobaan umpan silangnya. Berdasarkan penilaian pertandingan, Dalot diganjar rating 3/10 setelah dilewati pemain lawan sebanyak dua kali.
Kegagalan menunjukkan standar permainan yang dibutuhkan di Liga Primer membuat sang bek dinilai layak untuk segera dilepas pada bursa transfer musim dingin mendatang. Masa depan Carrick kini berada di ujung tanduk, sementara evaluasi menyeluruh terhadap performa pemain seperti Dalot mendesak untuk dilakukan oleh manajemen INEOS.
Sumber: Football FanCast







