Karier Paul Gascoigne di atas lapangan dikenal penuh dengan momen kecemerlangan individu. Di luar lapangan, mantan gelandang tersebut juga terkenal karena kepribadiannya yang usil dan kemampuannya merangkul rekan setimnya.
Persahabatan Erat dengan Chris Waddle
Sedikit pemain yang berbagi momen sebanyak Chris Waddle, sesama pemain asal Geordie yang diikuti Gazza dari St James’ Park ke Tottenham serta menjadi rekan di lini tengah timnas Inggris dalam 17 kesempatan. Keduanya merajut persahabatan yang sangat erat, dengan berbagai kelakuan usil mereka di Italia 90 yang telah menjadi bagian dari cerita rakyat tim Three Lions.
Gascoigne tidak pernah malu untuk melancarkan keusilan dan mendapat banyak kesempatan berbuat ulah saat berbagi kamar dengan Waddle di klub maupun timnas. Saat diminta menyebutkan seseorang yang masih ia anggap sebagai sahabat terbaiknya dari sepak bola, ia langsung memberikan jawaban kepada FourFourTwo.
“Chris Waddle, I’ve always been close with him,” kata Gazza kepada FourFourTwo.
“I roomed with him at Spurs and with England. I’ve always had a laugh with him, especially during the World Cup in 1990.”
Aksi Usil di Piala Dunia 1990
Situasi di Italia pada musim panas tersebut menyediakan panggung sempurna bagi keduanya untuk membuat keonaran dan meredakan ketegangan dari turnamen besar. Gascoigne mengakui bahwa ia selalu mengerjai semua orang karena ia dan Waddle bangun lebih pagi lalu menyetel radio dengan suara kencang hingga orang-orang meneriaki mereka untuk mematikannya.
Kegiatan usil tersebut berlanjut ketika mereka menyadari bisa menjatah jatah batang cokelat milik rekan setim setiap malam. Gascoigne menceritakan bahwa ia kerap mencuri cokelat dari kamar pemain lain karena ia dan Waddle sama-sama “gila”.
Kendati demikian, dalam satu kesempatan, aksi sabotase tersebut sempat salah sasaran dan membuatnya berurusan dengan pemain yang salah. Gascoigne masuk ke kamar yang salah pada malam hari dalam keadaan gelap, lalu membuka kulkas dan mengambil cokelat milik Chris Woods serta Terry Butcher.
Ia kemudian lari di sepanjang koridor sebelum Chris Waddle memukul bagian belakang kepalanya hingga ia terpental dan menyerahkan kembali cokelat tersebut.
Sumber: Latest from FourFourTwo







