Liga

Ligue 1 Kembali Cari Mitra Penyiaran Televisi Baru

Ligue 1 Kembali Cari Mitra Penyiaran Televisi Baru
Daftar Isi
  1. Tender Hak Siar Domestik Ligue 1
  2. Kondisi Keuangan Klub
  3. Peluang Pasar dan Respons Industri

Kompetisi Ligue 1 di Prancis bersiap kembali ke pasar televisi dua tahun lebih cepat dari jadwal semula. Klub-klub sepak bola Prancis berupaya mencari kesepakatan penyiaran yang lebih besar, hanya berselang 18 bulan usai peluncuran platform streaming mandiri Ligue 1+

Tender Hak Siar Domestik Ligue 1

Dewan LFP menyetujui tender hak siar domestik baru secara bulat untuk periode 2027/28 hingga 2031/32. Proses penawaran akan dibuka pada 3 November dan ditutup pada 7 Desember mendatang.

Seluruh sembilan pertandingan dari setiap pekan kompetisi akan ditawarkan secara bersamaan dalam satu paket eksklusif tunggal. Kebijakan ini berbeda dari pelelangan sebelumnya di mana kejuaraan harus dibagi ke dalam beberapa paket, yang dapat terwujud berkat perubahan undang-undang olahraga Prancis pada Agustus lalu.

Calon mitra penyiaran akan diberikan dua opsi distribusi, yakni membeli hak siar Ligue 1 untuk menayangkan pertandingan secara mandiri atau menjadi distributor eksklusif untuk layanan Ligue 1+.

Tender hak siar ini memberikan jalur bagi LFP untuk kembali ke kesepakatan siaran konvensional tanpa harus mematikan layanan streaming internal yang mereka bangun setelah kepergian DAZN pada 2025.

Kondisi Keuangan Klub

Ligue 1+ saat ini menyiarkan setiap pertandingan kasta tertinggi dan mencatatkan hampir 1,1 juta pelanggan pada akhir musim lalu. Kendati demikian, realita finansial menunjukkan pendapatan tersebut masih jauh di bawah penerimaan klub sebelum jatuhnya hak siar televisi Prancis.

Berdasarkan laporan media Prancis Le Monde, seperti dikutip dari Inside World Football, Ligue 1+ diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 150 juta euro untuk klub-klub pada musim ini. Pihak liga juga terpaksa menggunakan dana cadangan demi menjaga distribusi dana setelah kehilangan pembayaran tahunan beIN Sports senilai 78,5 juta euro serta dana 85 juta euro dari DAZN untuk membatalkan kontrak mereka.

Situasi ini merupakan upaya terbaru untuk memperbaiki pasar hak siar domestik yang terus menghadapi krisis sejak runtuhnya kesepakatan Mediapro senilai 1 miliar euro per tahun pada 2020. DAZN dan beIN sebelumnya menyepakati hak siar senilai sekitar 500 juta euro per musim untuk siklus 2024-2029, sebelum DAZN melakukan negosiasi untuk keluar lebih awal setahun kemudian.

Peluang Pasar dan Respons Industri

Presiden LFP, Vincent Labrune, meyakini kondisi pasar saat ini terlihat jauh lebih sehat. Menurutnya, keputusan tersebut hadir dalam konteks yang baru karena pihaknya telah menerima sejumlah pernyataan minat yang konkret dari berbagai pelaku pasar selama beberapa bulan terakhir.

“The Ligue 1 is attractive and the timetable for this tender seems much more favourable to us than in the past for attracting interest from the main market players,” kata Labrune.

Pimpinan Canal+, Maxime Saada, membuka peluang untuk kembali menyiarkan pertandingan Ligue 1 dan menyatakan bahwa perusahaannya akan mempertimbangkan sepak bola Prancis kembali jika aspek komersial masuk akal. Sejumlah nama lain seperti Netflix, Amazon, Apple, Disney+, Paramount, dan beIN turut dikaitkan, meski belum ada satupun yang memberikan komitmen publik untuk mengikuti proses penawaran.

Apabila proses pelelangan ini menemui kegagalan, LFP tetap dapat menjalankan Ligue 1+ dengan skema yang sudah ada hingga 2029 mendatang sebelum mencoba kembali di lain waktu. Walau demikian, angka pendapatan 150 juta euro tersebut masih tertinggal jauh dari standar yang biasanya diperoleh liga-liga top Eropa dari mitra televisi domestik mereka.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *