Pelatih Nottingham Forest, Oliver Glasner, menghadapi ancaman pemecatan setelah menuai kritik dari para pendukung akibat pernyataannya yang membela diri dengan mengungkit rekor trofi bersama klub sebelumnya, Crystal Palace. Situasi ini mengingatkan publik pada momen ketika Jose Mourinho menuntut rasa hormat atas pencapaian masa lalunya saat melatih Manchester United delapan tahun silam.
Hasil Buruk dan Kilas Balik di Crystal Palace
Glasner baru meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan sejak mengambil alih kursi kepelatihan Forest. Hasil imbang saat menghadapi tim promosi Ipswich memperpanjang catatan negatif setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk takluk 3-1 dari Crystal Palace di Selhurst Park. Saat kekalahan tersebut, para pendukung Palace sempat menyanyikan ejekan pemecatan, sementara Glasner justru menyebut hasil itu sebagai bentuk karma atas kontribusinya di masa lalu.
Meskipun menolak tawaran kontrak baru di Palace usai merengkuh gelar juara Piala FA dan Liga Konferensi UEFA, Glasner menerima pinangan Forest dengan nilai kontrak fantastis mencapai 13 juta poundsterling per tahun atau lebih dari tiga kali lipat gajinya dahulu. Dalam keterangannya, ia mengaku terharu dengan sambutan positif dari pendukung kedua belah pihak meski merasa bersalah atas kekalahan timnya.
Pembelaan Rekor Trofi yang Dikecam
Sikap Glasner yang dinilai terlalu menikmati memori bersama mantan klubnya justru memicu kemarahan suporter Nottingham Forest yang tengah gelisah dengan performa tim. Saat ditanya mengenai awal kepelatihannya yang buruk, Glasner berdalih bahwa dirinya merupakan manajer yang meraih trofi terbanyak dalam kurun waktu 16 hingga 17 bulan terakhir dan mempertanyakan alasan di balik keraguan publik.
Para pendukung Forest menilai argumen tersebut tidak relevan karena trofi-trofi tersebut diraih bersama klub yang berbeda, sementara di klub saat ini ia hanya mampu mengumpulkan enam poin dari tujuh pertandingan. Catatan minor ini semakin diperparah dengan statistik bahwa sang manajer hanya membukukan lima kemenangan Liga Premier dari 31 pertandingan terakhirnya di kedua klub.







