Daftar Isi
Petinggi Newcastle United dilaporkan tetap memberikan dukungan penuh kepada pelatih kepala Matthias Jaissle di tengah masa-masa sulit klub. Di sisi lain, jajaran pemain Newcastle mengidentifikasi kebijakan rekrutmen pemain sebagai faktor utama yang menghambat performa tim pada awal musim ini.
Pandangan Ruang Ganti Terhadap Situasi Tim
Sebagaimana dilaporkan The Telegraph, skuad Newcastle merasa kebijakan transfer yang kurang maksimal pada bursa musim panas lalu menjadi alasan terbesar dari keterpurukan tim. Meskipun demikian, Jaissle dikabarkan masih mempertahankan dukungan dari para pemainnya di ruang ganti.
Pelatih berusia 38 tahun tersebut secara umum disukai oleh para pemain karena memiliki pendekatan yang kolaboratif. Kendati begitu, tim menilai Jaissle belum menyesuaikan metode latihannya secara efektif untuk mengamankan poin, dan penyesuaian pada skema permainan diyakini dapat memberi dampak positif. Para pemain Newcastle sendiri tetap menerima tanggung jawab atas performa di bawah standar dan tidak ada dorongan besar dari dalam skuad untuk mengganti pelatih kepala.
Sikap Manajemen dan Alasan Pertahankan Jaissle
Laporan dari Football Insider melalui pernyataan mantan pemandu bakat Liga Premier, Mick Brown, mengonfirmasi bahwa Newcastle telah membuat keputusan tegas untuk mempertahankan Jaissle. Menurut Brown, manajemen klub meyakini pelatih asal Jerman tersebut merupakan sosok yang tepat untuk membalikkan keadaan.
Mick Brown menjelaskan bahwa keputusan mendatangkan Jaissle sejak awal diproyeksikan untuk jangka panjang guna membawa klub kembali bersaing di papan atas. Selain itu, pihak manajemen enggan membuat perubahan manajerial hanya beberapa bulan setelah penunjukan, karena hal tersebut sama saja dengan mengakui kekeliruan dalam keputusan penunjukan manajer setelah kepergian Eddie Howe pada musim panas lalu.
Tekanan Hasil Buruk Jelang Jeda Internasional
Jaissle resmi menduduki kursi kepelatihan St James’ Park pada bursa transfer musim panas lalu untuk menggantikan posisi Eddie Howe. Pada awal perjalanannya, Newcastle sempat mencatatkan hasil positif melalui rekor lima laga tak terkalahkan di semua kompetisi.
Pada bursa transfer lalu, Newcastle harus melepas sejumlah pemain penting seperti Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Bruno Guimaraes. Meski mendatangkan beberapa pemain baru dengan nilai investasi yang besar untuk membangun kembali kedalaman tim, performa Newcastle justru mengalami penurunan drastis dengan menelan lima kekalahan dalam tujuh laga terakhir.
Gelombang kritik dari para pendukung mulai terlihat saat Newcastle kalah 0-1 di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan hari Senin. Newcastle kini bertekad mengamankan kemenangan saat bertandang ke markas Fulham pada laga terakhir mereka sebelum jeda internasional akhir pekan ini.







