Delapan belas tahun sudah berlalu sejak David Beckham merampungkan peminjaman pertamanya ke AC Milan. Langkah yang tidak biasa tersebut sekaligus membuktikan bahwa sang gelandang masih menaruh kepedulian yang besar terhadap dunia sepak bola.
Klub Impian Galliani
Ketika David Beckham bergabung dengan LA Galaxy pada tahun 2007, kepindahan itu sulit dilihat sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar keputusan komersial. Proyek MLS memang menarik bagi Beckham selaku pebisnis, namun tidak menawarkan tantangan sepak bola yang berarti bagi dirinya sebagai pemain berusia 31 tahun yang tampak menuju masa pensiun dini.
Akan tetapi, hanya berselang satu setengah tahun, Beckham yang berusia 33 tahun kembali ke Eropa untuk bergabung dengan raksasa Italia AC Milan dengan status pinjaman selama jeda kompetisi MLS. Kesepakatan tersebut menguntungkan semua pihak karena Galaxy dapat memangkas beban gaji, Milan mendapatkan pemain bintang, dan Beckham berkesempatan membuktikan nilainya kepada tim nasional Inggris.
Ketika rumor transfer itu beredar pada bulan Desember 2008, Wakil Presiden AC Milan Adriano Galliani menilai kesepakatan tersebut dari sudut pandang komersial. Menurut Galliani kepada Planet Football, sepak bola masa kini berkaitan erat dengan stadion yang penuh dan para sponsor, sementara para superstar seperti Beckham mampu mengisinya, dan kehadirannya bersama Kaká serta Ronaldinho akan membentuk tim impian.
Pernyataan tersebut tidak menjelaskan apa yang bisa diberikan Beckham di atas lapangan, mengingat Milan sudah memiliki deretan gelandang kreatif seperti Andrea Pirlo dan Clarence Seedorf. Pelatih Carlo Ancelotti bertanggung jawab meracik taktik para pemain bintang tersebut dan mengaku antusias bekerja sama dengan atlet yang serius serta profesional jempolan.
Memenangkan Hati Para Skeptis
Meskipun belum memainkan pertandingan kompetitif selama dua bulan, Ancelotti langsung menurunkan Beckham sebagai starter dalam debutnya saat menghadapi AS Roma pada 11 Januari 2009. Beckham berpasangan dengan Pirlo dan Seedorf di lini tengah, sementara Ronaldinho dan Kaká mendukung penyerang Alexandre Pato dalam laga yang berakhir imbang 2-2.
Ancelotti mengungkapkan bahwa dirinya menurunkan Beckham lebih awal karena sang pemain menunjukkan kecerdasan, keseriusan, keseimbangan, serta beradaptasi dengan baik di dalam tim. Pada 25 Januari dalam pertandingan ketiganya di Italia, Beckham mencetak gol perdana melalui tendangan luar kaki usai menerima umpan Seedorf untuk melengkapi kemenangan 4-1 atas Bologna.
Tiga hari berselang saat menghadapi Genoa, Beckham mencetak gol kedua lewat eksekusi tendangan bebas melengkung dari sudut yang nyaris mustahil. Usai pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Ancelotti menyatakan bahwa Beckham kembali menampilkan permainan yang hebat, seperti dilaporkan Planet Football.
Pujian serupa datang dari pelatih timnas Inggris Fabio Capello yang mengaku senang dengan performa Beckham dan menilai sang pemain sudah terintegrasi dengan baik di skuad Milan. Langkah pindah ke Italia tersebut membantu Beckham kembali masuk dalam rencana Capello dan dipanggil untuk lima dari enam sisa laga kualifikasi Piala Dunia.
Dampak dan Akhir Masa Peminjaman
Meskipun sempat mengamankan peluang tampil di Piala Dunia, harapan tersebut musnah pada bulan Maret 2010 ketika Beckham mengalami robek pada tendon achilles saat melawan Chievo yang membuatnya absen di putaran final dan mengakhiri karier internasionalnya. Masa baktinya di Milan juga sempat memicu kemarahan suporter LA Galaxy karena ia memperpanjang masa peminjaman yang membuatnya melewatkan sebagian besar musim MLS 2009.
Ketika kembali ke Galaxy pada bulan Juli 2009, ia sempat diejek oleh suporter sendiri dan memicu ketegangan yang berlangsung cukup lama. Di sisi lain, kepindahan pinjaman ke Milan berhasil memperbaiki reputasinya di mata para pengamat kritis karena ia menunjukkan keseriusan dengan merelakan liburan dan membayar sebagian gajinya sendiri demi bisa bermain di liga yang kompetitif.
Beckham tidak mempersembahkan kesuksesan besar bagi Milan karena klub tersebut hanya finis di peringkat ketiga Serie A dalam dua musim masa peminjamannya. Namun, pengorbanan waktu libur dan gajinya untuk bermain di liga yang kompetitif berhasil membuktikan sekali dan untuk selamanya bahwa dirinya adalah seorang pesepak bola terlebih dahulu sebelum menjadi superstar.
Sumber: Planet Football







