Tottenham Hotspur kini menempati peringkat kedelapan di Liga Primer setelah mengamankan tiga kemenangan beruntun di bawah arahan manajer Roberto De Zerbi. Di tengah performa tim yang mulai membaik, lini serang Spurs menunjukkan perkembangan positif dengan kontribusi dari sejumlah pemain.
Dampak Positif Luca Williams-Barnett
Di tengah kebangkitan tim, pemain muda Luca Williams-Barnett mulai mencuri perhatian setelah tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Crystal Palace. Pemain berusia 18 tahun tersebut dinilai sebagai salah satu talenta muda Inggris terbaik saat ini, dengan kemampuan menguasai bola dan melewati lawan yang memukau.
Dalam debutnya di Liga Primer, akademi Spurs itu sempat melewati tiga pemain belakang Palace sebelum memberikan umpan matang kepada Mohammed Kudus yang gagal dimanfaatkan menjadi gol. Muncul laporan dalam beberapa pekan terakhir yang mengaitkan sang remaja dengan potensi kepindahan jika tidak kunjung mendapat kesempatan bermain reguler di tim utama.
Tekanan untuk Rekrutan £30 Juta
Williams-Barnett dikenal sebagai pemain serbaguna yang dapat beroperasi di berbagai posisi, mulai dari gelandang bertahan, gelandang serang, hingga tampil di sisi kiri penyerangan saat melawan Palace. Kehadiran dan performa impresif sang wonderkid kini memberikan tekanan besar bagi Mathys Tel.
Tel bergabung dengan Spurs secara permanen senilai £30 juta pada musim panas 2025 setelah sebelumnya sempat memperkuat tim sebagai pemain pinjaman pada Januari 2025. Sempat dijuluki sebagai “the next Mbappe” ketika masih di Bayern, pemain asal Prancis itu dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi di London utara.
Musim ini penyerang berusia 21 tahun tersebut mencatatkan rata-rata dribel per 90 menit sebanyak 4,10 kali dan kecepatan tertinggi mencapai 34,8 km/jam, mengungguli catatan statistik Kylian Mbappe. Kendati sempat mencetak gol penentu kemenangan melawan Chelsea dan tampil menonjol kontra Crystal Palace, Tel baru mencetak satu gol pada musim 2026/2027.
Kurangnya kontribusi gol yang konsisten membuat Williams-Barnett berpeluang besar mendesak masuk ke skuad utama asuhan De Zerbi. Dengan catatan 16 gol dari 19 pertandingan tim muda pada musim lalu, sang remaja dinilai layak mendapat tambahan menit bermain di tim senior.
Sumber: Football FanCast







