Berita Bola

Folarin Balogun Cetak Gol Pertama Usai Musim Panas Sulit

Folarin Balogun Cetak Gol Pertama Usai Musim Panas Sulit
Daftar Isi
  1. Masa-Masa Sulit dan Persaingan di Monaco
  2. Peluang Baru Lewat Laga Kontra Paris FC
  3. Masa Depan dan Bursa Transfer

Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, mencetak gol pertamanya sejak Piala Dunia dalam kekalahan 3-1 AS Monaco dari Paris FC. Gol ini menjadi langkah awal bagi sang penyerang untuk bangkit dari masa-masa sulit dalam beberapa bulan terakhir.

Masa-Masa Sulit dan Persaingan di Monaco

Sebelum pertandingan akhir pekan tersebut, terakhir kalinya Balogun mencetak gol adalah saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada ajang Piala Dunia musim panas lalu. Sempat tampil gemilang, karier Balogun justru berada dalam ketidakpastian selama empat bulan berikutnya. Penampilan apiknya di Piala Dunia dibayangi oleh kartu merah dalam laga melawan Bosnia serta batalnya kepindahan ke Everton pada hari terakhir bursa transfer karena masalah penanganan tes medis.

Di klub, pelatih baru AS Monaco, Filipe Luís, lebih memilih penyerang muda asal Jerman berusia 20 tahun, Paris Brunner, ketimbang Balogun. Kesempatan bermain Balogun pun menjadi sangat terbatas setelah pelatih juga tidak memasukkannya ke dalam skuad AS Monaco untuk ajang UEFA Conference League.

Peluang Baru Lewat Laga Kontra Paris FC

AS Monaco sempat kesulitan menciptakan peluang berarti pada babak pertama melawan Paris FC, sementara lawan justru unggul dua gol sebelum turun minum. Melihat kebuntuan tersebut, Luís memutuskan memasukkan Balogun untuk menggantikan Brunner pada awal babak kedua.

Kesempatan emas akhirnya datang pada menit ke-66 ketika bek kanan asal Brasil, Vanderson, melakukan aksi dribel di sisi kanan lapangan. Vanderson melepaskan umpan silang mendatar yang gagal diamankan oleh penjaga gol Paris FC, dan Balogun dengan sigap menyarungkan bola ke tiang jauh untuk memperkecil ketertinggalan.

Masa Depan dan Bursa Transfer

Musim lalu, Balogun tampil tajam dengan mencetak 13 gol di Liga Prancis serta enam gol tambahan di Liga Champions dan Coupe de France, sebelum melanjutkan performa apiknya di Piala Dunia. Kendati demikian, berbagai insiden setelah turnamen tersebut membuat posisinya di klub menjadi rumit.

Gol dalam kekalahan melawan Paris FC tentu belum membalikkan situasi secara keseluruhan, namun hal itu menjadi pengingat bahwa Balogun tetap merupakan opsi pencetak gol level tinggi jika mendapat dukungan umpan yang baik dan kepercayaan pelatih. Latar belakangnya sebagai produk akademi Arsenal menjadikannya prospek yang bernilai bagi klub-klub peminat di Liga Inggris yang memperhatikan kuota pemain didikan sendiri, dengan Manchester United dan Juventus dilaporkan menjadi beberapa destinasi yang mungkin dituju.

Lebih dari sekadar gol, penambahan menit bermain sangat dibutuhkan oleh Balogun untuk mengembalikan status sebagai pilihan utama di lini depan di tengah kemunculan para pemain muda baru di tim nasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *