Pembalap David Almansa terlibat dalam persaingan ketat melawan Veda Ega Pratama dalam perebutan posisi kedua pada balapan Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11).
Kendala Motor Selama Balapan
Memulai balapan dari posisi keempat, pembalap berusia 20 tahun dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP tersebut sempat melakukan start yang baik dan memimpin jalannya lomba sebelum disalip oleh Maximo Quiles. Selepas momen tersebut, Almansa harus menghadapi persaingan ketat bersama Veda Ega Pratama, Alvaro Carpe, dan Hakim Danish selama 15 putaran.
Almansa menjelaskan bahwa kendaraannya tidak berada dalam kondisi yang ideal sehingga menyulitkannya sepanjang perlombaan. Berdasarkan situs resmi tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP, Almansa mengaku bahwa balapan tersebut sangat sulit karena ia merasa tidak nyaman dengan motor sejak awal start serta menghadapi banyak kendala saat menikung dan berakselerasi.
Akibat masalah tersebut, pembalap asal Spanyol yang kini menempati posisi kedua klasemen tersebut hanya bisa mengandalkan keunggulan di lintasan lurus dan melakukan pengereman keras di setiap tikungan. Dirinya menyatakan sudah berusaha bertahan selama mungkin dan memperbaiki posisi pada putaran-putaran akhir karena kesulitan mengendalikan motor di tikungan.
Senggolan dengan Hakim Danish
Pembalap yang telah berkompetisi di ajang Moto3 sejak 2022 itu turut mengungkapkan insiden senggolan yang dialaminya dengan Hakim Danish pada tikungan kelima putaran terakhir. Kontak fisik dengan pembalap lain membuat peluangnya untuk naik ke atas podium pupus, dan ia menegaskan timnya akan belajar dari hasil ini guna meningkatkan performa pada seri berikutnya.
Keberhasilan finis di posisi kelima memberikan tambahan 11 poin bagi Almansa, yang kini mengoleksi total 228 poin dan menempati peringkat kedua dalam klasemen sementara Moto3 2026.







