Menggantikan sosok legenda klub sekaligus mengawasi perombakan besar skuad bukanlah tugas yang mudah bagi siapa pun. Kendati kehilangan sejumlah pilar penting seperti Bruno Guimarães, Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Kieran Trippier, pelatih Matthias Jaissle mampu membawa Newcastle United bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Primer, terpaut dua poin dari Chelsea yang berada di posisi kelima.
Perbaikan Sektor Pertahanan dan Lini Tengah
Sebagai klub yang tampil di Liga Champions dalam dua dari tiga musim terakhir, ekspektasi terhadap Newcastle tetap berada di level yang tinggi. Berdasarkan data dari Gradient Sports yang dilansir dari FourFourTwo, Newcastle sempat kesulitan dalam tekel dan duel pada empat pekan pembuka musim, namun berhasil naik ke peringkat ketujuh dan keenam pada empat pekan berikutnya. Peringkat penempatan posisi mereka juga melonjak dari urutan ke-13 ke posisi ketiga.
Peningkatan juga terlihat pada performa rata-rata bek tengah, bek sayap, serta duel udara tim. Di lini tengah, Lewis Miley dan Nico González menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan seiring kepergian Guimarães dan Tonali.
Kendala di Lini Serang dan Tantangan Konsistensi
Meskipun lini belakang dan tengah menunjukkan kemajuan, sektor penyerangan Newcastle masih menghadapi kendala besar. Performa para pemain sayap mengalami penurunan, sementara posisi penyerang tengah hanya beranjak dari peringkat ke-19 ke posisi ke-18. Kepergian Alexander Isak dan Gordon meninggalkan lubang besar yang belum sepenuhnya terisi oleh para pemain pengganti.
Kemenangan atas Crystal Palace sempat memberikan secercah harapan ketika Jaissle melakukan sejumlah rotasi susunan pemain, termasuk memainkan Dan Burn dan Fabian Schär untuk mencatatkan clean sheet pertama dalam dua bulan. Namun, kekalahan dari Everton pada hari Kamis kembali mengingatkan akan masalah inkonsistensi yang masih membayangi langkah tim.
Dengan skuad yang tengah berada dalam masa transisi dan minim dukungan finansial masif seperti di klub sebelumnya, Jaissle dinilai masih memerlukan waktu untuk membangun fondasi tim. Keberhasilan Newcastle menembus zona Eropa kini sangat bergantung pada kemampuan sang pelatih untuk memecahkan masalah ketajaman di sepertiga akhir lapangan.
Sumber: Latest from FourFourTwo







