Liga Primer

Starting XI Terbaik Chelsea dan Manchester United Era 2000

Starting XI Terbaik Chelsea dan Manchester United Era 2000
Daftar Isi
  1. Pertahanan Solid di Bawah Komando Cech dan Terry
  2. Kombinasi Dominan di Lini Tengah
  3. Ketajaman Lini Depan

Menjelang pertemuan akhir pekan antara Chelsea dan Manchester United, media sepak bola Planet Football menyusun daftar sebelas pemain gabungan terbaik dari kedua kesebelasan terhitung sejak tahun 2000. Susunan pemain ini didominasi para pilar legendaris yang mengukir sejarah besar di kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Pertahanan Solid di Bawah Komando Cech dan Terry

Untuk posisi penjaga gawang, Petr Cech terpilih berkat pencapaiannya sebagai pemegang rekor nirbobol terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer serta raihan empat gelar liga bersama Chelsea. Peter Schmeichel tidak masuk dalam daftar ini karena telah meninggalkan Old Trafford pada 1999.

Pos bek kanan diberikan kepada Gary Neville, yang dinilai unggul dalam kesadaran posisi dan etos kerja tanpa henti, menyisihkan kandidat kuat asal Chelsea seperti Cesar Azpilicueta serta Branislav Ivanovic. Di sektor bek kiri, Ashley Cole dipilih berkat koleksi gelarnya yang melimpah, mencakup tiga trofi Liga Primer, satu Liga Champions, satu Liga Europa, satu Piala Liga, dan tujuh Piala FA, sehingga mengungguli mantan bek Manchester United, Patrice Evra.

Jantung pertahanan ditempati oleh duet bek asal Inggris, Rio Ferdinand dan John Terry. Ferdinand dipilih mendahului tandem lamanya, Nemanja Vidic, karena dinilai sebagai bek tengah yang lebih komplet dan piawai mengalirkan bola. Sementara itu, Terry masuk ke dalam daftar berkat kepemimpinannya selama 13 tahun sebagai kapten The Blues serta perolehan lima mahkota Liga Primer.

Kombinasi Dominan di Lini Tengah

Lini tengah mengombinasikan kreativitas dan kepemimpinan lewat kehadiran Frank Lampard, Roy Keane, dan Paul Scholes. Lampard mengamankan tempat berkat insting golnya yang tinggi dari lini kedua, menjadikannya gelandang tersubur dalam sejarah Liga Primer dan pencetak gol terbanyak ketujuh secara keseluruhan.

Roy Keane terpilih tipis atas N’Golo Kante berkat kualitas kepemimpinannya selama mengapteni Setan Merah pada masa kejayaan mereka, selain kemampuannya yang mumpuni saat menguasai bola. Melengkapi trio tersebut, Scholes masuk dengan catatan 11 gelar Liga Primer dan dua trofi Liga Champions. Mantan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, pernah memberikan sanjungan tinggi kepadanya: “In the last 15 to 20 years the best central midfielder that I have seen — the most complete — is Scholes”.

Ketajaman Lini Depan

Sektor sayap kanan ditempati oleh Cristiano Ronaldo. Pada periode pertamanya membela Manchester United, penyerang asal Portugal itu mencatatkan 118 gol dan 61 asis dari 292 penampilan, serta meraih penghargaan Ballon d’Or.

Di sisi sayap kiri, Eden Hazard dipilih mengungguli Ryan Giggs berkat kemampuan teknik individunya yang luar biasa. Hazard, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Primer pada 2015 usai menyumbang 24 kontribusi gol dalam 38 pertandingan, menjadi figur sentral di balik kesuksesan Chelsea meraih gelar juara.

Posisi ujung tombak diberikan kepada Wayne Rooney yang dinilai sebagai pemain serbabisa jika dibandingkan dengan Didier Drogba. Rooney, yang mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester United, menutup susunan sebelas pemain legendaris tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *