Awal musim yang sulit bagi Fulham justru menyembunyikan kontribusi Alex Iwobi, yang kini muncul sebagai salah satu pemain paling diremehkan di Liga Primer menurut laporan FourFourTwo.
Kebangkitan Fulham dan Peran Konsisten Iwobi
Klub berjuluk The Cottagers tersebut harus melalui masa transisi setelah kepindahan manajer Marco Silva ke Benfica dan penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Setelah sempat mencatat dua kali imbang dan empat kekalahan, Fulham akhirnya meraih kemenangan pertama musim 2026/2027 berkat gol tunggal Iwobi yang memastikan kemenangan atas lawan-lawan promosi.
Pemain berusia 30 tahun tersebut telah menunjukkan kepemimpinan melalui contoh nyata sejak bergabung dari Everton tiga tahun lalu. Menurut FourFourTwo, nilai penting pemain asal Nigeria ini tidak diukur dari laga ke laga, melainkan dari konsistensi performa sepanjang musim.
Catatan Statistik Mengesankan di Liga Primer
Pada musim ini, Iwobi mencatatkan rata-rata umpan kunci per pertandingan tertinggi di antara seluruh skuad Fulham. Hanya Oscar Bobb yang mencatat peluang lebih banyak per 90 menit dengan selisih yang sangat tipis.
Selain itu, Iwobi memimpin tim dalam hal umpan silang dengan tingkat keberhasilan tertinggi kedua serta umpan terobosan. Ia juga memiliki nilai *expected assists* (xA) per 90 menit yang setara dengan Rayan Cherki dari Manchester City, serta mencatatkan jumlah umpan sukses tertinggi di sepertiga akhir lapangan bagi Fulham.
Mantan manajer Marco Silva sempat memuji fleksibilitas dan kualitas pengambilan keputusan sang gelandang sebelum meninggalkan klub London Barat tersebut. Kini, di bawah kepemimpinan Arbeloa, pengalaman Iwobi sangat dibutuhkan untuk membimbing para pemain muda Fulham sepanjang musim ini.
Sumber: Latest from FourFourTwo







