Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, sempat berpeluang besar untuk kembali ke Old Trafford jika Ole Gunnar Solskjaer terpilih sebagai pelatih interim. Namun, rencana kepulangan tersebut batal terwujud karena klub akhirnya menunjuk Michael Carrick.
Rencana Kembalinya Roy Keane
Manchester United sukses mengamankan posisi ketiga di Liga Primer musim lalu dan kembali ke Liga Champions berkat kepemimpinan Carrick yang mampu memaksimalkan potensi skuad setelah pemecatan manajer sebelumnya, Ruben Amorim. Carrick kemudian diangkat sebagai pelatih kepala tetap pada akhir musim, meski sempat ada kandidat lain dalam proses seleksi pelatih interim sebelumnya, termasuk Ole Gunnar Solskjaer dan Roy Keane yang dihubungkan dengan salah satu opsi tersebut.
Berdasarkan laporan Charlie Wyett dari The Sun yang dilansir oleh FourFourTwo, Solskjaer berencana membawa Keane yang berusia 55 tahun kembali ke Manchester United sebagai asistennya jika ia dipercaya untuk memperbaiki performa tim. Wyett menyatakan bahwa pilihan potensial pelatih asal Norwegia tersebut untuk posisi asisten nomor duanya adalah mantan kapten United, Keane.
Solskjaer sendiri memiliki pengalaman serupa dengan jalur yang ditempuh Carrick, di mana ia pernah ditunjuk sebagai manajer sementara pada akhir tahun 2018 menggantikan Jose Mourinho sebelum akhirnya dikontrak permanen selama tiga tahun. Selama masa kepelatihannya hingga November 2021, Solskjaer sempat membawa Setan Merah ke final Liga Europa sebelum akhirnya diberhentikan menyusul rentetan hasil buruk.
Pengalaman dan Karier Roy Keane
Dalam penunjukan pertamanya sebagai pelatih permanen pada masa lalu, Solskjaer membawa staf lama Mike Phelan kembali ke Old Trafford, namun dalam rencana tahun 2026 ini Keane diproyeksikan untuk menjadi tangan kanannya. Keane sendiri memiliki rekam jejak manajerial di Sunderland dan Ipswich Town, serta pernah menjabat sebagai asisten pelatih di Aston Villa, Nottingham Forest, dan tim nasional Republik Irlandia.
Mantan gelandang yang meraih tujuh gelar juara Liga Primer di bawah asuhan Sir Alex Ferguson ini kini lebih dikenal sebagai pengamat sepak bola terkemuka. Dikenal sangat vokal dalam mengkritik standar permainan para pemain Manchester United, Keane akhirnya tidak mendapatkan kesempatan untuk langsung turun tangan memperbaiki situasi di dalam klub.
Sumber: Latest from FourFourTwo







