Gennaro Gattuso memuji perkembangan penampilan Lazio setelah meraih kemenangan 2-1 atas Parma, namun ia enggan membicarakan ambisi juara meskipun timnya kini menduduki puncak klasemen sementara Serie A. Menurutnya, Biancocelesti secara jujur tidak pantas berada di posisi teratas tersebut.
Jalannya Pertandingan
Lazio harus berjuang hingga babak kedua untuk memecah kebuntuan setelah penjaga gawang Christos Mandas melakukan tiga penyelamatan krusial dari serangan balik berbahaya Parma. Keunggulan tuan rumah tercipta ketika Kenneth Taylor menyambar umpan dari Reda Belahyane yang sempat memantul mengenai Diego Carlos, sebelum bek yang sama secara tidak sengaja memasukkan umpan silang Nuno Tavares ke gawangnya sendiri.
Kemenangan kandang ini gagal diwarnai *clean sheet* setelah umpan silang Simone Lontani memantul masuk melalui tiang jauh pada masa tambahan waktu, sehingga skor akhir menjadi 2-1 untuk Lazio. Catatan tersebut memperpanjang rekor awal musim terbaik sepanjang sejarah Lazio di kompetisi Serie A dengan mengoleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Mentalitas dan Posisi Klasemen
Gattuso menyatakan kepada Sky Sport Italia bahwa ia mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang sempat cemas menghadapi serangan balik pada paruh pertama namun berhasil meningkatkan tempo permainan untuk menguasai jalannya laga. Dengan hasil ini, Lazio unggul empat poin dari rival sekota AS Roma yang sebelumnya ditahan imbang 3-3 oleh Napoli.
Meskipun demikian, Gattuso menegaskan timnya harus menjalani musim ini pertandingan demi pertandingan tanpa terbawa suasana berada di puncak. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kelompok suporter Curva Nord yang menyambut kedatangan para pemain di gerbang Stadio Olimpico, meskipun aksi boikot ultras terhadap Presiden Claudio Lotito masih terus berlanjut di dalam stadion.
Keuntungan Tanpa Kompetisi Eropa
Menjelang pertandingan tengah pekan Serie A, pelatih asal Italia tersebut menilai ketiadaan jadwal kompetisi Eropa memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya dalam hal kebugaran fisik dan mental. Ia menjelaskan bahwa timnya dapat berlatih dengan intensitas tinggi selama dua hari sebelum diberikan waktu libur penuh, metode pemulihan yang dinilainya mirip dengan pola di Inggris.
Terkait situasi skuad yang dibangun dengan anggaran terbatas akibat aturan *financial fair play*, Gattuso turut menjelaskan status Luca Pellegrini yang sempat dicoret sebelum akhirnya diintegrasikan kembali ke dalam tim. Ia menyebutkan bahwa keputusan awal diambil oleh klub karena kontrak pemain tersebut akan segera habis, tetapi sikap profesional dalam latihan membuat sang pemain kembali mendapatkan kesempatan tampil.
Sumber: Football Italia







