Analisis

Alasan Ronald Araujo Langsung Bersinar Bersama Liverpool

Alasan Ronald Araujo Langsung Bersinar Bersama Liverpool
Daftar Isi
  1. Perjalanan Sulit di Barcelona di Bawah Hansi Flick
  2. Kesesuaian Taktik Bersama Andoni Iraola di Liverpool
  3. Performa Impresif dan Respons Rekan Setim

Perubahan drastis Ronald Araujo dari pemain yang kerap disalahkan di Barcelona menjadi pahlawan pujaan baru di Liverpool merupakan salah satu kisah paling menarik pada musim 2026-2027. Kebangkitan penampilannya ini turut memunculkan pertanyaan penting mengenai cara menilai pesepak bola, apakah kita kerap terlalu cepat keliru menilai pemain yang tidak cocok sebagai pemain yang buruk.

Perjalanan Sulit di Barcelona di Bawah Hansi Flick

Sudah sangat jelas bahwa Araujo memerlukan jalan keluar dari Barcelona setelah lini belakang yang sangat tinggi ala Hansi Flick mengekspos kelemahannya, merusak kepercayaan dirinya, dan membuat perpisahan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak. Pada musim 2022-2023 di bawah asuhan Xavi Hernandez, Barcelona tampil pragmatis dan terorganisir dengan hanya kebobolan 20 gol liga untuk merengkuh gelar juara, di mana kualitas bertahan Araujo sangat cocok dengan kebutuhan tim saat itu.

Memasuki musim lalu, Flick tidak berniat berkompromi dengan garis pertahanan tinggi yang agresif, membuat Araujo semakin terlihat menonjol dalam hal negatif dengan kesalahan yang kian sering terjadi hingga memicu kritik pedas di dunia maya dan insiden kartu merah di Liga Champions yang membuatnya meminta waktu istirahat untuk memulihkan kesehatan mentalnya. Di tengah situasi suram tersebut, ia sempat didapuk mengenakan ban kapten dan mengangkat trofi Piala Super Spanyol pada Januari lalu usai mengalahkan Real Madrid di Arab Saudi.

Raphinha mengatakan kepada Planet Football bahwa rekan setimnya itu melalui masa-masa sulit akibat tuntutan klub, namun momen mengangkat trofi merupakan bentuk kasih sayang dan dukungan penuh dari skuad agar ia bisa bangkit kembali. Kendati demikian, dukungan tersebut tetap tidak mengubah situasi yang kian tidak kondusif karena Araujo kadung menjadi kambing hitam atas lini pertahanan Barcelona yang keropos, bahkan ketika ia hanya duduk di bangku cadangan saat disingkirkan Atletico Madrid, sementara lini belakang Blaugrana tetap rapuh sepeninggalnya.

Kesesuaian Taktik Bersama Andoni Iraola di Liverpool

Keputusan Liverpool merekrut Araujo sempat memicu kekhawatiran mengingat The Reds baru saja melewati musim yang buruk dengan lini belakang yang rapuh, Virgil van Dijk yang mulai menua, serta sejumlah rekrutan mahal yang gagal bersinar. Tantangan serupa juga dihadapi manajer Andoni Iraola yang dikenal sebagai pelatih pengusung intensitas tinggi, yang sempat mencatat hasil buruk dengan hanya meraih satu kemenangan dari 11 laga awal Liga Primer bersama Bournemouth.

Namun, Iraola secara mengejutkan tampil lebih kompromi di Liverpool dengan menunda gaya sepak bola berintensitas tinggi demi mengamankan posisinya terlebih dahulu. Gaya bermain Liverpool saat ini justru memiliki banyak kesamaan dengan Barcelona era Xavi yang pragmatis, sehingga Araujo langsung merasa nyaman beradaptasi.

Selain itu, kompetisi Liga Primer pada tahun 2026 semakin mengandalkan kekuatan fisik, kemenangan dalam duel, dominasi bola mati, serta permainan yang lebih bertenaga dibandingkan lawan. Araujo membuktikan diri sebagai pemain yang tepat untuk digandalkan dalam melakukan kerja keras di lini pertahanan, seperti saat tampil luar biasa melawan Brighton dengan melakukan tekel-tekel agresif serta intersep menggunakan kepala sambil tergeletak di lapangan yang memicu gemuruh suporter di Anfield.

Performa Impresif dan Respons Rekan Setim

Virgil van Dijk memuji penampilan rekan barunya tersebut kepada Planet Football dengan menyebutnya sangat agresif pada momen yang tepat, yang mana hal itu sangat dibutuhkan tim serta mampu menularkan energi positif kepada para penonton. Araujo kembali menunjukkan dominasinya dengan mencatatkan 10 sapuan saat membawa Liverpool menang adu penalti atas Chelsea di Piala Liga, serta menyumbangkan beberapa gol penting di Liga Champions.

Kebijakan wasit Liga Primer yang membiarkan jalannya pertandingan tetap mengalir turut mendukung gaya bermainnya, meskipun ia sempat lolos dari hukuman penalti saat melanggar Morgan Rogers. Araujo kini telah membuktikan diri sebagai kepingan yang tepat untuk Liverpool asuhan Iraola setelah sebelumnya sempat salah langkah di Barcelona.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *