Liga & Hasil

Steven Pressley Bawa Dundee Bersaing di Papan Atas Liga

Steven Pressley Bawa Dundee Bersaing di Papan Atas Liga
Daftar Isi
  1. Kenyamanan Kandang dan Fleksibilitas Taktik
  2. Mengatasi Badai Cedera dan Rekrutan Cerdas
  3. Peluang Mempertahankan Momentum

Steven Pressley sempat diragukan ketika pertama kali ditunjuk sebagai manajer Dundee pada Juni tahun lalu. Namun, setelah enam belas bulan memimpin, ia berhasil membawa klub tersebut bertengger di posisi keempat klasemen sementara Liga Utama Skotlandia.

Kenyamanan Kandang dan Fleksibilitas Taktik

Dundee menjadikan Stadion Dens Park sebagai markas yang sulit dikalahkan musim ini. Rangers dipaksa bermain imbang, sementara Motherwell, Aberdeen, dan Kilmarnock berhasil ditundukkan di kandang sendiri. Hanya Hibernian yang tercatat mampu mencuri tiga poin penuh dari markas Dundee.

Di laga tandang, performa pasukan Pressley juga tidak kalah mengesankan. Mereka tampil merepotkan saat kalah tipis 1-0 dari Celtic di laga pembuka dan sukses mengamankan kemenangan 2-0 di markas rival sekota, Tannadice.

Keberhasilan ini didukung oleh fleksibilitas taktik serta etos kerja keras yang ditanamkan sang manajer. Para pemain memahami peran mereka dengan jelas dan diminta untuk berlari sepanjang pertandingan.

Kemenangan 3-1 atas Kilmarnock menjadi contoh nyata ketika tim sempat kebobolan lewat penalti Joe Hugill. Pressley mengungkapkan kepada BBC Scotland bahwa timnya menunjukkan ketahanan mental dan determinasi yang luar biasa untuk merebut kembali kendali permainan setelah kedudukan sempat imbang.

“Hal yang sangat memuaskan bagi saya adalah setelah Kilmarnock mencetak gol dan momentum berubah, kami menunjukkan ketahanan dan determinasi yang besar serta berlari sangat keras,” kata Pressley.

“Setelah gol penyama kedudukan, sangat mudah untuk merasa kasihan pada diri sendiri. Kami tidak melakukannya dan kami mendapatkan tiga poin yang sangat penting,” tambahnya.

Mengatasi Badai Cedera dan Rekrutan Cerdas

Pencapaian ini diraih di tengah kepergian sejumlah pemain penting dan badai cedera yang melanda skuad. Tony Yogane pindah ke Aberdeen, sementara Luke Graham, Billy Koumetio, dan Cam Congreve yang kembali ke Swansea City meninggalkan lubang di lini pertahanan dan serangan.

Kondisi semakin berat setelah penyerang veteran Simon Murray mengalami cedera parah di awal musim. Penyerang tajam Joe Westley absen selama sebulan, disusul cedera yang menimpa Bobby Wales, Finlay Robertson, serta Jack Moorhouse.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Pressley melakukan perekrutan cerdas dari bursa transfer Inggris. Matia Akinmombi mulai beradaptasi dengan sepak bola Skotlandia, Owen Bevan memberikan ketenangan di lini belakang sebagai pemain pinjaman dari Bournemouth, dan Bradley Fink yang dipinjam dari Wycombe Wanderers telah mencetak empat gol dari enam pertandingan.

Peluang Mempertahankan Momentum

Pressley secara jujur mengakui bahwa dirinya tidak menyangka bisa berada di posisi tinggi ini setelah satu tahun menjabat. Dengan kembalinya Westley dari cedera serta para pemain baru yang mulai terbiasa dengan ketatnya kompetisi kasta tertinggi Skotlandia, tidak ada indikasi Dundee akan kehabisan tenaga.

Rabu lalu di Dens Park menandai pertandingan kesebelas musim ini sekaligus merampungkan putaran pertama laga Liga Utama Skotlandia. Dundee telah menghadapi seluruh klub di liga dan mematahkan segala prediksi pesimis di awal musim.

Dundee kini memiliki waktu istirahat sebelum bertandang menghadapi St Johnstone pada hari Sabtu pekan depan. Setelah itu, mereka akan menjamu Hearts di kandang dalam kesempatan untuk menyamakan poin, sebelum bertandang ke markas Hibernian.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *