Anggota Dewan Olahraga Bayern Munich Max Eberl mengonfirmasi bahwa pelatih kepala Vincent Kompany sudah meninggalkan rumah sakit pada hari Rabu setelah mengalami kolaps pada pekan sebelumnya. Sejumlah pemain Bayern juga berbicara mengenai dampak emosional dari kejadian tersebut serta solidaritas di dalam skuad.
Penyebab Kolaps dan Rencana Pemulihan Kompany
Max Eberl menyampaikan kabar menggembirakan tersebut dalam wawancara dengan ARD menjelang pertandingan DFB-Pokal saat Bayern meraih kemenangan 6-1 atas 1. FC Magdeburg. Sang pelatih asal Belgia tersebut ambruk saat sesi latihan tim cadangan Bayern pada tanggal 23 Oktober dan harus menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di rumah sakit.
Eberl menjelaskan bahwa dokter mendiagnosis adanya iritasi pada selaput otak yang memicu insiden tersebut. Menurut Eberl, proses pemulihan Kompany akan melibatkan istirahat total serta pengobatan, sementara klub akan menunggu lampu hijau dari tim medis sebelum sang pelatih kembali bertugas.
Pihak klub menegaskan bahwa kondisi ini tidak berkaitan dengan penyakit virus sebelumnya maupun masalah pinggul yang sempat dialami Kompany. Eberl menyebutkan bahwa kondisi tersebut dapat menimpa siapa saja dan tidak ada hubungannya dengan tekanan yang ada di Bundesliga, meski ia mengakui tingginya tuntutan profesi pelatih.
Dukungan dan Solidaritas Skuad Bayern
Dampak emosional dari dirawatnya Kompany serta duka atas meninggalnya ayah Joshua Kimmich turut dirasakan oleh para pemain. Kapten darurat Jonathan Tah mengakui kepada ARD bahwa kejadian-kejadian tersebut sangat memengaruhi kondisi mental para pemain sebagai sesama manusia.
Gelandang muda Tom Bischof juga menyampaikan pandangan serupa kepada Sky Germany usai pertandingan, di mana pemain berusia 21 tahun tersebut menegaskan bahwa klub sudah menjadi sebuah keluarga. Pelatih sementara Aaron Danks akan terus memimpin skuad utama sementara juara bertahan Bundesliga tersebut bersiap menghadapi Borussia Dortmund pada hari Sabtu.
Sumber: Get German Football News







