Berita Bola

Real Madrid Minta Maaf atas Komentar Mbappe soal Mao Zedong

Real Madrid Minta Maaf atas Komentar Mbappe soal Mao Zedong
Daftar Isi
  1. Pernyataan Resmi Real Madrid
  2. Permintaan Maaf Mbappe
  3. Reaksi di Tiongkok dan Keputusan Sponsor
  4. Tanggapan La Liga

Real Madrid dan pemain penyerang Kylian Mbappe menyampaikan permintaan maaf resmi kepada rakyat Tiongkok setelah komentar Mbappe mengenai mantan pemimpin Mao Zedong memicu kemarahan luas. Permintaan maaf tersebut dikeluarkan menyusul laporan bahwa televisi pemerintah Tiongkok menangguhkan siaran pertandingan La Liga sebagai bentuk protes.

Pernyataan Resmi Real Madrid

Melalui pernyataan resmi klub, Real Madrid menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Tiongkok atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh perkataan pemain mereka. Klub menegaskan bahwa mereka memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap Tiongkok, sejarah, budaya, serta jutaan pendukung di negara tersebut. Pihak klub juga menyatakan bergabung dengan permohonan maaf yang disampaikan oleh Mbappe dan menegaskan komitmen mereka terhadap nilai-nilai rasa hormat serta kerukunan antarbudaya.

Permintaan Maaf Mbappe

Kylian Mbappe menyampaikan permohonan maaf pada hari Selasa setelah sebelumnya melontarkan komentar dalam siniar YouTube berjudul The Bridge yang dipandu oleh rekan setimnya, Aurelien Tchouameni. Dalam acara tersebut, ia menyinggung sebuah meme yang menampilkan wajahnya disandingkan dengan seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator Tiongkok. Melalui pernyataan penyesalannya, Mbappe mengakui bahwa komentarnya kurang pertimbangan dan telah melukai banyak orang di Tiongkok maupun komunitas Tiongkok di seluruh dunia, seraya menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali bukan niatnya.

Reaksi di Tiongkok dan Keputusan Sponsor

Berdasarkan laporan Reuters, terdapat empat topik terkait Mbappe yang mendominasi daftar pencarian tren teratas di platform media sosial Tiongkok, Weibo. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa tindakan yang melukai perasaan rakyat Tiongkok akan menghadapi penolakan bersama dari berbagai kalangan masyarakat di negara tersebut. Sebagai bentuk reaksi, perusahaan produsen susu terbesar di Tiongkok, Mengniu, memutuskan untuk segera menghentikan kerja sama dengan Mbappe karena menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap tindakan yang menyinggung perasaan nasional. Langkah serupa juga diambil oleh Shanghai Milkground Food Tech dan Eastroc Beverage, sementara raksasa minuman Dongpeng menyatakan sikap tegas yang menolak segala bentuk perilaku yang menyinggung sentimen nasional.

Tanggapan La Liga

La Liga turut menyatakan penyesalan yang mendalam atas tersinggungnya para penggemar di Tiongkok dan menegaskan bahwa komentar tersebut disampaikan dalam kapasitas pribadi serta tidak mewakili organisasi. Sebagai bentuk tanggung jawab institusional, La Liga menyampaikan permohonan maaf atas nama liga dan seluruh klub anggotanya, serta berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra di Tiongkok guna mengatasi situasi ini. Pihak penyelenggara liga juga berencana menerapkan protokol kesadaran dan komunikasi guna mempromosikan penghormatan terhadap berbagai budaya agar kejadian serupa tidak terulang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *