Eberechi Eze akan segera mendapatkan kesempatan tampil secara reguler di susunan pemain utama Arsenal yang telah ia nantikan. Gelandang serang asal Inggris ini mendapati peluang emas tersebut menyusul cedera terbaru yang menimpa rekan setimnya, Bukayo Saka.
Peluang Bermain Konsisten di Arsenal
Sejak awal musim kompetisi Liga Primer berjalan, pemain berusia 28 tahun tersebut kesulitan untuk mengamankan tempat sebagai starter reguler di bawah asuhan manajer Mikel Arteta. Tercatat, ia baru tampil sejak menit awal sebanyak satu kali dari tujuh pertandingan pembuka liga.
Namun, situasi kini berubah setelah Saka harus menepi selama beberapa pekan akibat cedera otot paha depan atau kuadrisep. Mengutip laporan dari Football Insider, Eze diproyeksikan untuk menerima lebih banyak kesempatan bermain sebagai pemain utama.
Pemain tersebut telah mengoleksi dua gol sejak jeda internasional, termasuk satu gol berkelas yang dicetaknya usai menggantikan Saka ketika laga baru berjalan sepuluh menit saat Arsenal bermain imbang 2-2 melawan Bayern Munich di ajang Liga Champions.
Lebih lanjut, laporan yang sama menyebutkan bahwa Arteta tetap menaruh kesan positif terhadap penampilan Eze meski menit bermainnya di liga tergolong terbatas. Pihak klub juga menilai tidak ada masalah besar yang terjadi secara internal terkait situasi sang pemain.
Sementara itu, Saka dipastikan absen dalam kemenangan 2-0 Arsenal atas Everton. Arteta mengonfirmasi bahwa pemain sayap tersebut kemungkinan besar akan absen selama berminggu-minggu, sementara pembengkakan di sekitar area otot yang cedera membuat durasi pemulihan yang pasti sulit ditentukan.
Di sisi lain, Eze dilaporkan tetap merasa bahagia berada di Emirates Stadium dan sama sekali tidak memiliki niat untuk mencari klub baru meskipun perannya di tim sempat berkurang.
Kesempatan Menjadi Pemain Tak Tergantikan
Fase ini dinilai sebagai periode yang sangat penting bagi karier Eze bersama klub London Utara tersebut. Kualitas teknis yang dimilikinya tidak pernah menjadi bahan perdebatan, melainkan tantangan dalam menemukan peran yang tepat di dalam sistem taktik terstruktur yang diterapkan oleh Arteta.
Ketika masih membela Crystal Palace, sebagian besar alur serangan tim kerap berpusat pada dirinya. Sebaliknya di Arsenal, ia harus berbagi tanggung jawab lini serang bersama Saka, Martin Ødegaard, serta sejumlah pemain kreatif lainnya.
Absennya Saka mengubah dinamika tersebut secara signifikan. Kini, Eze memiliki ruang untuk bermain secara konsisten, membangun ritme permainan, dan membuktikan kapasitasnya dalam memberikan dampak positif tanpa harus bergantung pada kebebasan penuh seperti yang ia dapatkan di Palace sebelumnya.
Sepasang gol yang dicetaknya ke gawang Lille dan Bayern Munich mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan dirinya mulai pulih. Tantangan berikutnya bagi sang pemain adalah menjaga konsistensi permainan.
Apabila Eze mampu memaksimalkan kesempatan ini selama masa pemulihan Saka, Arteta berpotensi menghadapi teka-teki baru yang berbeda ketika penyerang sayap andalannya tersebut pulih, yakni mencari cara untuk tetap memainkan kedua pemain tersebut secara bersamaan di dalam susunan starting XI.
Sumber: CaughtOffside







