Liga Primer

10 Manajer Liga Primer Paling Menyeramkan Sepanjang Masa

10 Manajer Liga Primer Paling Menyeramkan Sepanjang Masa
Daftar Isi
  1. 10. Graeme Souness
  2. 9. Sir Alex Ferguson
  3. 8. Jose Mourinho
  4. 7. Iain Dowie
  5. 6. Roy Keane
  6. 5. Paolo Di Canio
  7. 4. Ian Holloway
  8. 3. Felix Magath
  9. 2. Marcelo Bielsa
  10. 1. Nigel Pearson

Momen perayaan Halloween dimanfaatkan untuk mengenang kembali para juru taktik paling menakutkan yang pernah memimpin klub di ajang Liga Primer Inggris. Planet Football telah merangkum sepuluh manajer yang dikenal paling menyeramkan dan memiliki perangai paling galak di pinggir lapangan.

10. Graeme Souness

Reputasi Souness sebagai sosok tangguh terlihat dari insiden perkelahian antara Kieron Dyer dan Lee Bowyer saat keduanya berada di bawah asuhannya. Souness juga pernah memicu ketegangan ketika menancapkan bendera Galatasaray di tengah lapangan markas Fenerbahce. Meski demikian, di balik sikap kerasnya, ia memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi dengan berenang melintasi Selat Inggris untuk menggalang dana bagi penderita penyakit kulit langka.

9. Sir Alex Ferguson

Legenda Manchester United ini terkenal dengan metode kemarahan khasnya yang dikenal sebagai hairdryer treatment. Wayne Rooney pernah mengungkapkan bahwa Ferguson sempat menghakiminya habis-habisan saat turun minum meski Rooney berhasil mencetak gol dalam laga tandang melawan Portsmouth.

8. Jose Mourinho

Mourinho masuk dalam daftar bukan karena intimidasi fisik, melainkan kemampuannya dalam melakukan permainan psikologis yang manipulatif. Manajer asal Portugal ini dinilai mampu membuat pemainnya perlahan-lahan kehilangan akal sehat melalui tekanan mental.

7. Iain Dowie

Selain memiliki penampilan yang kerap disamakan dengan karakter Sloth dari film The Goonies, Dowie dikenal memiliki emosi yang meledak-ledak. Mantan penyerang Clinton Morrison menyatakan dalam wawancara dengan Planet Football bahwa Dowie memiliki temperamen tinggi yang membuat orang berpikir dua kali untuk mencari masalah dengannya.

6. Roy Keane

Standar tinggi yang diterapkan Keane membuat para pemainnya harus selalu waspada agar tidak mengecewakannya. Walau belakangan ia menunjukkan sisi humor dalam karier medianya, Keane tetap menjadi sosok yang dihindari untuk diajak berurusan, terutama jika ponsel berdering di dekatnya.

5. Paolo Di Canio

Di Canio dikenal sebagai sosok yang tidak bisa ditebak, termasuk insiden saat ia melakukan penggerebekan tengah malam ke tempat latihan Swindon Town tiga hari setelah mengundurkan diri. Selama memimpin Sunderland, ia menerapkan aturan ketat seperti larangan berbicara saat makan siang, melarang sarapan gorengan, serta pernah menarik keluar kiper berusia 21 tahun saat pertandingan baru berjalan 21 menit sambil melontarkan kritik pedas.

4. Ian Holloway

Ketidakpastian sikap membuat Holloway menjadi figur yang sulit ditebak, di mana ia bisa bersikap ramah pada satu waktu namun berubah drastis seketika. Dalam sebuah momen di Swindon Town, ia tiba-tiba mengepalkan dada dan berteriak lantang dengan mata terbelalak.

3. Felix Magath

Magath memiliki penampilan luar yang tampak ramah seperti paman yang baik, namun berubah menjadi sosok pendisiplin ekstrem di Fulham pada 2014. Pelatih asal Jerman ini menerapkan metode latihan berat, termasuk menyuruh pemain Bayern Munchen berlari di hutan Alpen sambil menyembunyikan botol air minum, serta menyuruh Brede Hangeland mengoleskan keju pada cederanya.

2. Marcelo Bielsa

Manajer yang dijuluki El Loco ini terkenal dengan obsesinya terhadap analitik pertandingan hingga larut malam. Kisah paling ekstrem terjadi pada 1992 ketika ia menemui sekelompok suporter Newell’s Old Boys yang marah di depan rumahnya dengan mengenakan piyama sambil memegang granat aktif dan mengancam akan mencabut pinnya jika mereka tidak pergi.

1. Nigel Pearson

Pearson berada di puncak daftar karena ia memancarkan ancaman kekerasan nyata yang didukung dengan tatapan mata yang tajam. Ia bahkan sempat dikabarkan pernah melawan sekelompok serigala seorang diri saat berlibur di Rumania pada 2007, sebelum kemudian meralat bahwa hewan tersebut sebenarnya adalah anjing gembala Jerman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *