Pimpinan Heart of Midlothian Calum Paterson menyerukan transparansi dan konsistensi yang lebih besar terkait keputusan-keputusan penting dalam sepak bola Skotlandia. Berbicara kepada media klub untuk menandai tahun pertamanya menjabat, Paterson mengungkapkan rasa bangganya sekaligus kekecewaannya terhadap akhir musim lalu yang dramatis.
Kekecewaan Akhir Musim dan Jadwal Pertandingan
Klub asal Edinburgh tersebut sempat memuncaki klasemen Liga Utama Skotlandia selama 250 hari sebelum akhirnya finis di posisi kedua, terpaut dua poin dari Celtic menyusul kekalahan di laga pemungkas di Glasgow. Lawrence Shankland sempat membawa tim tamu unggul terlebih dahulu sebelum sang juara bertahan membalas dengan dua gol di pengujung laga untuk meraih kemenangan 3-1, yang kemudian memicu suporter tuan rumah menyerbu lapangan dan membuat kubu tim tamu harus segera meninggalkan stadion karena khawatir akan keamanan.
“The final week was difficult on a number of fronts,” ujar Paterson, seperti dilaporkan BBC Sport. “Among other things we were disappointed by the unprecedented decision that as the team leading the league at the time of the split had to play our final game away from home.”
“The circumstances at the end of that game were, from our perspective, completely unacceptable,” imbuhnya.
“We took advice and made our concerns very clear to the football authorities. Standing back from it all we’d like to see greater transparency and consistency around key decisions in Scottish football.”
“Standards and processes matter, particularly at important points in the season and there’s room for improvement.”
Pihak SPFL sebelumnya telah menjelaskan penjadwalan tersebut pada bulan April, di mana Celtic harus melakoni tiga pertandingan kandang pasca-pembagian sementara Hearts hanya dua. Pertandingan derbi kota dilarikan pada hari terakhir demi alasan keamanan publik, membuat badan liga tidak dapat menempatkan kedua tim asal Glasgow atau Edinburgh bertanding di kandang pada dua pekan laga pamungkas.
Meskipun gagal mengakhiri dominasi Old Firm, Paterson memberikan apresiasi tinggi kepada tim. “The way it ended was really disappointing, especially after everything the players and staff had put into it,” tutur Paterson.
“I think they deserved a better outcome, but we should recognise and pay tribute to them for what they did achieve, which was actually exceptional.”
Paterson turut menanggapi kritik mengenai komunikasi klub yang dinilai kurang jelas pasca-pertandingan tersebut. “The supporters should know that we did everything we could to stand up for Hearts and we haven’t forgotten what happened last season,” jelasnya, sembari menegaskan bahwa fokus klub kini tertuju pada persiapan musim depan serta peningkatan komunikasi.
Pembicaraan Investasi dan Pencarian CEO Baru
Dalam kesempatan yang sama, Paterson membahas proses pencarian tambahan investasi di Tynecastle, yang melibatkan pemilik Brighton, Tony Bloom, sebagai investor terkemuka. “We’ve had some discussions and those are going well,” kata dia. “I don’t want to get ahead of them but if they do conclude successfully, that would be another positive step for Hearts.”
Tujuan dari langkah tersebut adalah membangun klub sepak bola yang secara fundamental lebih kuat serta memastikan ketersediaan sumber daya untuk mewujudkan ambisi klub. Selain itu, Hearts juga terus mengembangkan model perdagangan pemain yang diandalkan untuk menopang stabilitas keuangan jangka panjang.
Terkait pencarian chief executive baru untuk menggantikan Andrew McKinlay yang hengkang pada bulan Agustus, Paterson menyatakan bahwa saat ini terdapat kandidat-kandidat yang sangat kuat dalam proses seleksi.
Sumber: BBC Sport







