Kekalahan kandang terbaru dari AFC Bournemouth membuat posisi Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United berada di ujung tandang. Setan Merah telah memecat empat manajer berbeda sejak musim panas 2022, sementara Carrick kini menghadapi ancaman pemecatan menyusul rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan.
Ketertarikan pada Eddie Howe
Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, menjadikan Eddie Howe sebagai prioritas utama untuk menggantikan Carrick jika manajemen memutuskan untuk melakukan pergantian di kursi kepelatihan. Mantan juru taktik Newcastle United berusia 48 tahun tersebut saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan St James’ Park pada bulan Juli.
Selama membesut Newcastle United, Howe sukses mengangkat klub tersebut dari zona degradasi menjadi tim yang konsisten bersaing di papan atas dan meraih trofi. Rekam jejak tersebut menjadi pertimbangan utama bagi manajemen United yang tengah mencari kebangkitan setelah gagal meraih gelar juara sejak menjuarai Piala FA pada musim 2023/2024 dan sempat terpuruk di peringkat ke-15 Liga Primer.
Opsi Alternatif Julian Nagelsmann dan Antonio Conte
Selain Howe, sejumlah nama lain turut masuk dalam radar pertimbangan petinggi Old Trafford. Mantan pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann, menjadi sosok yang dikagumi oleh staf internal klub, termasuk Christopher Vivell, meski minimnya pengalaman di Liga Primer sempat menimbulkan keraguan meski usianya baru 39 tahun.
Kandidat lain yang juga dipertimbangkan adalah Antonio Conte yang baru saja meninggalkan Napoli pada musim panas ini. Menurut laporan talkSPORT, pelatih asal Italia tersebut terbuka untuk menangani Manchester United dengan syarat mendapatkan jaminan dalam urusan bursa transfer, meskipun ia sempat menepis laporan adanya pembicaraan dengan manajemen klub pada pekan sebelumnya.
Pelatih berusia 57 tahun ini memiliki rekam jejak mentereng di Liga Primer dengan persentase kemenangan mencapai 62,9 persen dari 132 pertandingan saat memimpin Chelsea dan Tottenham Hotspur, serta pernah meraih gelar juara liga pada musim 2016/2017. Rekor kemenangan tersebut tercatat lebih tinggi dibanding Eddie Howe, ditambah torehan lima gelar Serie A bersama tiga klub berbeda yang mempertegas mental juara yang dibutuhkan oleh United.
Meskipun Eddie Howe dinilai sebagai opsi yang relatif aman, mendatangkan pelatih asal Italia tersebut dapat menjadi prioritas bagi klub untuk mengembalikan dukungan suporter melalui pengalaman serta ketegasan kepemimpinannya dalam meraih trofi.
Sumber: Football FanCast







