Manajemen Manchester United mulai menjajaki opsi pelatih baru di tengah ketidakpastian masa depan Michael Carrick di Old Trafford. Langkah ini diambil menyusul kecilnya peluang untuk merekrut Unai Emery yang diperkirakan tetap bertahan di Aston Villa.
Klub berjuluk Setan Merah tersebut tengah melalui masa-masa sulit setelah mencatatkan awal musim yang buruk di kompetisi domestik. United saat ini terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Primer Inggris dan hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol.
Kemenangan di Eropa dan Tekanan bagi Carrick
Carrick sempat mendapatkan angin segar pada Selasa malam ketika anak asuhnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas AS Roma di Liga Champions. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama di Old Trafford, United bangkit lewat gol penalti Bruno Fernandes serta dua gol tambahan dari Matheus Cunha untuk mengakhiri puasa kemenangan dalam sembilan laga di semua ajang.
Carrick menyambut baik ketangguhan yang diperlihatkan skuadnya, namun ia menegaskan satu hasil positif belum menyelesaikan persoalan mendasar di dalam tim. “It’s one win so we’re not getting too carried away but it was an important one for us,” ujar mantan gelandang tim nasional Inggris tersebut.
Jeda internasional pada November akan menjadi momentum bagi manajemen untuk kembali mengevaluasi kinerja Carrick. Tekanan terhadap juru taktik berusia 45 tahun itu diprediksi kembali meningkat jika United menelan kekalahan saat berhadapan dengan Aston Villa asuhan Emery pada Minggu mendatang.
Munculnya Nama Fabian Hürzeler
Emery dilaporkan segera menandatangani perpanjangan kontrak di Villa Park melampaui tahun 2029, sehingga mencoret namanya dari daftar incaran United. Menurut laporan jurnalis Sky Sports Rob Dorsett, hierarki Setan Merah tetap memantau sejumlah nama lain kendati mereka masih memprioritaskan Carrick untuk memperbaiki performa tim.
Julian Nagelsmann serta Eddie Howe masuk dalam bursa kandidat utama, bersama manajer Brighton & Hove Albion, Fabian Hürzeler, yang turut menarik perhatian para petinggi di Old Trafford. Pelatih berusia 33 tahun asal Jerman tersebut mencuri perhatian sejak pindah dari St Pauli pada 2024 dan memecahkan rekor sebagai pelatih permanen termuda dalam sejarah Liga Primer saat ditunjuk pada usia 31 tahun.
Pada musim perdananya, Hürzeler mengantarkan Brighton finis di peringkat kedelapan. Ia juga meraih penghargaan Premier League Manager of the Month untuk edisi September usai membawa timnya melalui laju tak terkalahkan, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Arsenal. Mantan penyerang Brighton Glenn Murray turut melontarkan pujian: “Hurzeler has come out the other side and the way he has got this group of players performing is exceptional.”
Hingga kini belum ada pendekatan formal yang diajukan oleh pihak United kepada para kandidat tersebut. Upaya memboyong Hürzeler juga dipastikan menghadapi kendala perizinan antarklub Liga Primer, terlebih Brighton telah memperpanjang kontrak sang manajer hingga Juni 2029 pada Mei lalu.
Sumber: Football FanCast







