Berita Bola

Maduro Sebut Infantino Tak Layak Maju Lagi di FIFA

Maduro Sebut Infantino Tak Layak Maju Lagi di FIFA

Mantan Kepala Tata Kelola FIFA Miguel Maduro menyatakan bahwa Gianni Infantino tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh LSM FairSquare, Maduro menilai batasan masa jabatan dalam aturan organisasi sudah sangat jelas.

Aturan Masa Jabatan dan Keputusan Dewan FIFA

Maduro menjelaskan bahwa Pasal 33 ayat 2 Statuta FIFA secara tegas mengatur batasan kepemimpinan organisasi tersebut. Aturan itu menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menjabat sebagai presiden lebih dari tiga periode. Karena Infantino telah terpilih sebanyak tiga kali, Maduro menilai tidak ada celah aturan yang memungkinkan Infantino menambah masa jabatannya.

Pada tahun 2022, Dewan FIFA memutuskan bahwa masa jabatan pertama Infantino yang berdurasi tiga tahun tidak dihitung dalam batasan tiga periode. Keputusan tersebut memberi jalan bagi Infantino untuk kembali mencalonkan diri pada tahun 2027. Infantino sendiri telah mengonfirmasi bakal maju kembali pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, di tengah desakan agar ia mundur terkait rencana investor Piala Dunia.

Maduro, yang diberhentikan Infantino kurang dari 12 bulan setelah menjabat pada 2016 karena menolak pencalonan Deputi Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko ke Dewan FIFA, kini mendukung kampanye Reboot yang digagas FairSquare. Ia menilai Dewan FIFA tidak memiliki kewenangan untuk menafsirkan aturan batasan masa jabatan tersebut.

Iklim Ketakutan dan Penghapusan Batasan Jabatan

Menurut Maduro seperti dilaporkan Inside World Football, keputusan mengenai kelayakan calon presiden seharusnya menjadi wewenang Komite Peninjau FIFA, bukan Dewan FIFA. Ia menyamakan langkah Dewan FIFA dengan seorang presiden negara yang menafsirkan konstitusi sendiri demi bisa bertarung kembali, alih-alih menyerahkannya kepada mahkamah konstitusi.

Penantang yang menguji kelayakan Infantino sebenarnya dapat membawa persoalan ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Kendati demikian, Maduro mengamati belum ada pihak yang berani menentang aturan batas masa jabatan tersebut akibat adanya iklim ketakutan. Pihak yang menyuarakan pendapat berbeda atau menunjukkan penolakan dinilai bakal disingkirkan serta kehilangan pengaruh dalam struktur kekuasaan FIFA.

Tren serupa juga terjadi di tingkat konfederasi. UEFA telah meloloskan amendemen statuta yang memungkinkan Aleksander Ceferin mencalonkan diri kembali, sementara AFC di bawah kepemimpinan Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa memutus untuk menghapus batasan masa jabatan. Maduro mengingatkan bahwa tanpa reformasi, sosok yang kelak menggantikan posisi presiden saat ini hanya akan menjadi versi baru dari Infantino.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *