Berita Bola

Kebangkitan MU Lawan Roma: Dejavu Mourinho dan Solskjaer

Kebangkitan MU Lawan Roma: Dejavu Mourinho dan Solskjaer
Daftar Isi
  1. Bayang-bayang Akhir Karier Jose Mourinho di Old Trafford
  2. Dejavu Kemenangan Era Solskjaer Kontra Tim Gasperini
  3. Tantangan Menghadapi Aston Villa dan Ujian Carrick

Kemenangan dramatis Manchester United dengan skor 3-2 atas AS Roma di Liga Champions memicu euforia di Old Trafford setelah rentetan sembilan pertandingan dan hampir delapan pekan tanpa kemenangan. Namun, pelatih Michael Carrick segera berusaha meredam kegembiraan berlebih mengingat posisi klub yang masih rawan dan pernah mengalami skenario serupa pada masa lalu.

“It’s one win, so we’re not getting too carried away with things, but it was an important win,” ujar Carrick usai pertandingan.

Bayang-bayang Akhir Karier Jose Mourinho di Old Trafford

Kemenangan atas Roma memiliki kemiripan dengan situasi pada Sabtu, 6 Oktober 2018, ketika Jose Mourinho berada di ambang pemecatan setelah mencatatkan start terburuk klub dalam 29 tahun. Menghadapi Newcastle United di Old Trafford, tim tamu sempat memimpin dua gol lebih dahulu sebelum United membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat gol Juan Mata dan Alexis Sanchez pada menit terakhir.

Saat itu, Carrick telah dipromosikan Mourinho menjadi asisten pelatih. Usai laga tersebut, Mourinho menggambarkan tekanan berat terhadap posisinya sebagai sebuah perburuan manusia (“manhunt”). Hubungan juru taktik asal Portugal itu dengan petinggi klub juga memburuk menyusul penolakan rencana penjualan Anthony Martial serta friksi dengan Paul Pogba. Walau sempat memetik kemenangan atas Newcastle, United hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan berikutnya, hingga kekalahan 1-3 dari Liverpool memastikan pemecatan Mourinho sepuluh pekan kemudian.

Dejavu Kemenangan Era Solskjaer Kontra Tim Gasperini

Peristiwa kebangkitan serupa juga dialami Ole Gunnar Solskjaer saat menghadapi Atalanta yang dipimpin Gian Piero Gasperini di Liga Champions pada 20 Oktober 2021. Tim asuhan Gasperini saat itu unggul dua gol pada babak pertama, sebelum United bangkit dan memastikan kemenangan 3-2 berkat gol sundulan Cristiano Ronaldo sembilan menit sebelum laga usai.

Carrick kembali menjadi bagian dari staf kepelatihan saat momen tersebut terjadi. Namun, atmosfer positif tersebut tidak bertahan lama. Pada laga lanjutan di kandang sendiri, Liverpool menghancurkan United lima gol tanpa balas. Solskjaer akhirnya resmi diberhentikan tiga pekan berselang setelah Setan Merah menelan kekalahan telak 1-4 di markas Watford.

Tantangan Menghadapi Aston Villa dan Ujian Carrick

Tantangan utama Carrick saat ini adalah membuktikan bahwa ia mampu menjaga momentum kemenangan, hal yang gagal diraih oleh Mourinho maupun Solskjaer pada laga-laga berikutnya. United tercatat melewati tujuh pertandingan Liga Premier tanpa satu pun kemenangan. Situasi ini membuat mereka berisiko terperosok ke zona degradasi sebelum laga kandang melawan Aston Villa pada Minggu, bergantung pada hasil laga tim-tim pesaing.

Pihak klub sebelumnya memberikan waktu bagi Carrick dan para pemain untuk membalikkan keadaan menyusul kekalahan kandang 0-3 dari Bournemouth pada 25 Oktober. Jeda internasional mendatang dipandang sebagai momen krusial bagi jajaran manajemen untuk mengevaluasi arah kebijakan tim ke depan.

Meski gelandang bernilai 70 juta poundsterling Carlos Baleba menambah daftar panjang pemain cedera, United memiliki catatan impresif saat menjamu Aston Villa. Mereka menyapu bersih kemenangan dalam enam pertemuan kandang terakhir di semua kompetisi, dan hanya menelan dua kekalahan liga di Old Trafford dari klub asal Midlands tersebut sejak 1983. Tambahan tiga poin akan memangkas jarak United menjadi dua poin dari tim asuhan Unai Emery sebelum menghadapi jadwal tandang berat kontra Liverpool, Newcastle United, dan Arsenal pada Desember mendatang.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *