Pundit sepak bola Jamie Carragher melontarkan kritik kepada Tottenham Hotspur setelah mantan penyerang mereka, Harry Kane, sukses meraih penghargaan Ballon d’Or menyusul musim yang luar biasa bersama Bayern Munich. Kane mencatatkan sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang mengangkat trofi tersebut sejak Michael Owen pada tahun 2001, setelah membukukan 73 gol untuk klub dan tim nasional pada musim lalu.
Faktor Kepindahan ke Bayern Munich
Kylian Mbappe dan Lamine Yamal sebelumnya sempat menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang mereka meraih penghargaan bergengsi itu, namun gelontoran gol Kane serta dampaknya bagi tim akhirnya keluar sebagai pemenang. Menurut Carragher, keputusan Kane meninggalkan Tottenham dan bergabung dengan Bayern Munich merupakan kunci utama di balik kesuksesan ini, seperti dilaporkan Football365.
Carragher mengungkapkan bahwa Kane tidak hanya terobsesi dengan rekor pencetak gol Liga Primer, melainkan seluruh rekor gol secara keseluruhan. “Tapi itu juga memberi dia a great chance of winning the Champions League and being involved in Ballon d’Or selections,” ujar Carragher. “There’s no way Harry Kane could’ve won the Ballon d’Or if he was playing for Tottenham,” imbuhnya.
Selama membela Spurs, penyerang tersebut mengoleksi 213 gol di Liga Primer, namun klub asal London utara itu gagal bersaing secara konsisten dalam perebutan gelar juara. Sebaliknya, Kane kini telah mengantongi lima trofi bersama Bayern Munich.
Pujian untuk Sang Penyerang Legendaris
Carragher turut memuji pencapaian tersebut dan menempatkan Kane sebagai salah satu pesepak bola terhebat di generasinya. Mantan bek Liverpool itu mengaku sangat gembira melihat prestasi yang diraih sang penyerang mengingat Inggris sudah sangat lama tidak memiliki pemenang Ballon d’Or.
Lebih lanjut, ia juga memprediksi Jude Bellingham sebagai kandidat peraih Ballon d’Or di masa depan, yang membuktikan bahwa Inggris memiliki dua pemain terbaik di era mereka. Keberhasilan Kane membawa timnas Inggris menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2026 turut memperkuat peluangnya dalam perebutan penghargaan ini, di mana ia menyumbangkan enam gol yang menjadikan total koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 14 gol.







