Gary Neville melontarkan kritik keras kepada bek Manchester United, Lisandro Martinez, setelah tampil buruk dalam kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Sabtu. Martinez, yang sebelumnya sempat mengkritik kedalaman skuad klub, dinilai bertanggung jawab atas sejumlah kebobolan gol timnya musim ini.
Kritik Tajam untuk Performa Martinez
Dalam pertandingan tersebut, Martinez mendapat kartu merah akibat dua kartu kuning dalam kurun waktu dua menit setelah terlibat pergulatan dengan Morgan Rogers serta menyikut wajah Wesley Fofana dari situasi sepak pojok. Cole Palmer kemudian sukses mengeksekusi penalti yang dihasilkan.
Menurut Neville, Martinez juga menjadi penyebab utama terciptanya gol pembuka lewat aksi solo Morgan Rogers. Berbicara kepada Sky Sports, Neville menyatakan bahwa pemain berusia 28 tahun itu kerap melakukan kesalahan berujung gol bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut.
“Itu yang saya harapkan dari dia; itu yang saya lihat,” kata Neville kepada Sky Sports.
“Anda harus menghormati fakta bahwa dia adalah pemenang Piala Dunia, tetapi setiap kali saya menyaksikannya bermain untuk Manchester United, dia bersalah atas sebuah gol. Dia bersalah atas dua gol kemarin,” lanjutnya.
Neville menambahkan bahwa gol pertama sepenuhnya merupakan kesalahan sang bek tengah, sementara lini pertahanan secara keseluruhan dinilai jauh dari standar dan mudah runtuh ketika mendapat tekanan. Ia juga menyindir tindakan Martinez yang sebelumnya sempat melontarkan kritik kepada direktur teknik klub.
“Jika saya memberikan gol-gol seperti yang dia berikan, saya tidak akan melakukan wawancara. Saya akan meringkuk seperti bola jika saya bermain seperti itu untuk Manchester United,” ujar Neville.
Kekhawatiran Ancaman Degradasi
Hasil negatif di markas Chelsea membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Primer, hanya unggul dua poin dari Sunderland yang berada di dasar klasemen. Meskipun demikian, Neville meyakini mantan klubnya tersebut tidak akan sampai terdegradasi ke divisi bawah.
“Saya tidak berpikir sampai ke tahap itu,” kata Neville.
“Jelas di posisi mereka saat ini, Anda harus menyebutkannya, tetapi saya tidak berpikir mereka akan berakhir di sana,” imbuhnya.
Meski menepis kemungkinan terdegradasi, Neville tetap merasa cemas melihat tren negatif hasil dan performa tim yang terus menurun. Ia memperingatkan bahwa Setan Merah akan menghadapi laga-laga sulit selanjutnya melawan tim-tim yang terorganisir.







