FIFA berupaya mendorong Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar membatasi kompetisi sepak bola putri di Olimpiade hanya untuk pemain di bawah usia 23 tahun (U-23). Alasan utama yang diajukan oleh badan pengatur sepak bola dunia tersebut adalah kepadatan jadwal pertandingan serta tingginya beban kerja pesepak bola senior.
Wacana Perubahan Peraturan Turnamen
Saat ini belum ada usulan resmi yang diserahkan, dan aturan kepesertaan untuk Olimpiade Los Angeles 2028 sudah ditetapkan dengan babak kualifikasi yang mulai berjalan di sejumlah kawasan. Perubahan aturan ini kemungkinan besar baru dapat diberlakukan pada Olimpiade Brisbane 2032. Narasumber dari kedua lembaga mengungkapkan kepada The Guardian bahwa mereka terbuka untuk menggelar pembahasan yang nantinya melibatkan para pemain serta asosiasi sepak bola besar.
Rencana ini menjadi pergeseran aturan yang sangat signifikan. Sejak pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade Atlanta 1996, cabang sepak bola putri selalu terbuka bagi tim nasional senior. Kondisi tersebut berbeda dengan kategori putra yang telah memberlakukan batasan usia U-23 sejak 1992 dengan kuota tambahan tiga pemain di atas usia tersebut. Bagi banyak pesepak bola putri, medali emas Olimpiade memiliki nilai prestige yang setara dengan gelar Piala Dunia. Tim nasional Amerika Serikat sejauh ini mendominasi dengan mengoleksi lima dari delapan gelar juara, termasuk raihan di Paris 2024 di bawah asuhan pelatih Emma Hayes.
Resistensi IOC dan Konflik Kalender FIFA
Usulan tersebut berpotensi mendapat penolakan dari pihak IOC. Sepak bola putri merupakan salah satu daya tarik komersial utama dalam ajang Olimpiade, terutama di kawasan Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Pada Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang, sektor putri dijadwalkan menampung 16 tim peserta, untuk pertama kalinya melebihi sektor putra yang diikuti 12 tim.
Di sisi lain, argumen FIFA mengenai penumpukan jadwal dinilai berbenturan dengan rencana ekspansi kalender kompetisi mereka sendiri. FIFA dijadwalkan menggelar edisi perdana Piala Dunia Antarklub Putri di Amerika Serikat pada 5 hingga 30 Januari 2028, hanya berjarak enam bulan sebelum pembukaan Olimpiade. Agenda tersebut berisiko membuat klub-klub Inggris seperti Arsenal, Chelsea, atau Manchester City kehilangan pemain hingga satu bulan di tengah musim domestik, termasuk melewatkan empat laga Women’s Super League (WSL) dan satu putaran Piala FA.
Langkah FIFA ini dinilai mengulangi pola lama saat organisasi tersebut membatasi sepak bola putra di Olimpiade untuk melindungi turnamen Piala Dunia. Para kritikus menilai dorongan serupa kini diterapkan pada sektor putri seiring pesatnya pertumbuhan turnamen milik FIFA. Penolakan keras juga diperkirakan bakal datang dari para pemain yang konsisten menempatkan Olimpiade sebagai salah satu puncak pencapaian dalam karier mereka.
Sumber: Inside World Football







