Mantan bintang Manchester United Ashley Young memperingatkan klub agar tidak merekrut Antonio Conte, seraya mengeklaim penunjukan pelatih asal Italia itu akan berujung pada bencana di Old Trafford. Pelatih asal Italia tersebut muncul sebagai target utama di tengah pertimbangan manajemen INEOS untuk menggantikan Michael Carrick menyusul rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan.
Peringatan Keras dari Ashley Young
Berbicara dalam acara The Overlap, Young—yang pernah meraih gelar Serie A di bawah asuhan Conte di Inter Milan—menegaskan bahwa tuntutan fisik dan psikologis sang juru taktik akan sangat berbenturan dengan skuad United saat ini. Seperti dilaporkan CaughtOffside, Young menyebut bahwa pelatih tersebut memiliki karakter yang sangat ekstrem dalam bekerja.
“Saya pernah bekerja di bawah asuhan dia di Inter. Dia gila, omong-omong, gila,” kata Young menyatakan.
“Banyak pembicaraan tentang statistik lari Man United. Jika mereka tidak mau berlari dan Antonio Conte masuk ke sana, itu akan menjadi bencana menurut saya.”
Young merinci bagaimana sesi latihan tanpa henti serta evaluasi pertandingan yang berdurasi sangat panjang kerap membuat para pemain maupun jajaran petinggi klub merasa terasing. Sesi latihan 11 lawan 11 yang diterapkannya terkadang terasa membosankan, sementara durasi rapat evaluasi bisa memakan waktu hingga tiga atau empat jam penuh apabila tim menderita kekalahan.
“Saya pikir itulah salah satu alasan mengapa dia tidak bertahan lama di suatu tempat karena bukan hanya para pemain yang dia coba uji secara mental, tetapi juga dewan direksi, dan para pemilik. Saya pikir orang-orang merasa terganggu dengannya dan berpikir ‘sudah waktunya bagi Anda untuk pergi’,” tutur Young.
Rekor Trofi dan Permasalahan Tim
Meskipun Young memberikan peringatan keras terkait metode intensif sang pelatih, Conte tetap dikenal sebagai salah satu figur yang paling konsisten dalam menghadirkan trofi juara di dunia sepak bola. Pelatih asal Italia ini memiliki rekam jejak gemilang yang mencakup lima gelar Serie A bersama Juventus, Inter Milan, dan Napoli, serta satu gelar Liga Primer dan Piala FA semasa menangani Chelsea.
Bagi manajemen Manchester United yang berambisi mengembalikan kultur juara, rekam jejak sukses domestik Conte menjadi daya tarik tersendiri di balik reputasinya yang menuntut kedisiplinan tinggi. Peringatan keras dari Young ini sejalan dengan keluhan yang sebelumnya disampaikan oleh Michael Carrick terkait etos kerja para pemain.
Menyusul kekalahan 4-1 dari Como di Liga Champions, Carrick menyoroti kerja keras skuadnya dengan menyatakan bahwa tidak ada sistem taktik yang akan berfungsi jika pemain tidak mau berlari ke depan dan ke belakang. Dengan posisi United yang kini tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Primer, pandangan Young mengindikasikan bahwa kehadiran pelatih disiplin seperti Conte pada skuad yang sedang kehilangan kepercayaan diri justru dapat mempercepat keruntuhan internal klub.
Sumber: CaughtOffside







