Djed Spence dinobatkan sebagai Man of the Match usai mencatatkan kontribusi penting dalam kemenangan 3-0 Inter Milan atas Feyenoord pada ajang Liga Champions di Rotterdam. Meski statistik resmi hanya mencatat satu assist, pemain asal Inggris tersebut berperan besar dalam terciptanya gol-gol kemenangan Nerazzurri.
Kontribusi Gemilang Djed Spence di Rotterdam
Umpan silang Spence yang sempat berbelok arah berhasil disambut oleh sundulan Yann Bisseck untuk membuka keunggulan Inter. Sepakan mendatar berikutnya dari sang bek sayap juga berujung pada gol kedua yang dicetak oleh Francesco Pio Esposito, meski operan tersebut sempat mengenai pemain lawan.
Spence hampir saja mencetak assist ketiga ketika kembali mengirimkan bola matang kepada Esposito, namun gol tersebut dianulir karena posisi *offside*. Kemenangan telak Inter kemudian ditutup oleh gol ketiga yang dicetak oleh Piotr Zielinski.
Berbicara kepada Inter TV, Spence mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif tersebut serta performa impresif yang ia tunjukkan di atas lapangan. Ia merasa proses adaptasinya berjalan lancar berkat sambutan hangat dari rekan setim dan jajaran pelatih, serta berharap bisa terus saling membantu.
Perjalanan Karier dan Penilaian UEFA
Kehadiran Spence di Inter bermula ketika ia direkrut sebagai alternatif yang lebih terjangkau setelah klub gagal mengamankan target utama Marco Palestra dari Atalanta yang direbut oleh Chelsea. Cedera yang membekapnya usai Piala Dunia membuat sang mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut harus menunggu hingga 10 Oktober untuk melakoni debut bersama klub Italia tersebut.
Laga melawan Feyenoord ini baru menjadi penampilan sebagai starter yang ketiga bagi Spence sekaligus kontribusi gol pertamanya untuk Inter. Catatan tersebut juga menandai assist perdana sepanjang kariernya dalam 16 penampilan di kompetisi Eropa bersama Tottenham dan Rennes.
Panel Pengamat Teknis UEFA memilih Spence sebagai Pemain Terbaik berkat dominasinya di awal pertandingan. Menurut penilaian resmi UEFA, ia menguasai jalannya laga dalam 35 menit pertama melalui dua kiriman bola dari sisi kanan yang membangun keunggulan awal Inter, serta menunjukkan akurasi operan yang tinggi, kecepatan luar biasa, dan potensi kelas dunia dalam sistem 3-5-2 racikan pelatih Cristian Chivu.
Sumber: Football Italia







