Liga Primer

Crystal Palace Lirik Thomas Frank Jika Pecat Pierre Sage

Crystal Palace Lirik Thomas Frank Jika Pecat Pierre Sage
Daftar Isi
  1. Situasi Sulit Pierre Sage di Crystal Palace
  2. Potensi Kedatangan Sean Dyche
  3. Thomas Frank sebagai Calon Pengganti Ideal

Pimpinan Crystal Palace Steve Parish masih memberikan kepercayaan kepada Pierre Sage meski klub mengawali musim dengan hasil yang kurang memuaskan. Dukungan bagi pelatih anyar tersebut terlihat jelas ketika para pendukung menyanyikan namanya usai meraih kemenangan atas Fulham.

Situasi Sulit Pierre Sage di Crystal Palace

Berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Primer serta dihadapkan pada jadwal berat melawan Tottenham Hotspur dan Liverpool membuat posisi Sage berada dalam tekanan besar. Kendati demikian, ia berhasil membawa timnya melaju ke babak perempat final Piala Liga Inggris dan optimistis bahwa kerja keras di balik layar akan membuahkan hasil positif.

Menurut Football FanCast, manajemen klub menilai perlunya perubahan segera menyusul performa tim yang belum maksimal di awal era kepelatihan baru ini. Keberhasilan melangkah jauh di Piala Liga Inggris memberikan napas bagi juru taktik asal Prancis tersebut, namun ia wajib mendongkrak performa tim di liga domestik setelah menelan kekalahan beruntun dari Brighton & Hove Albion dan Newcastle United.

Masalah lini belakang menjadi sorotan utama karena The Eagles menjadi tim yang paling banyak kebobolan di Liga Primer musim ini dengan catatan sembilan belas gol. Badai cedera juga memperparah situasi, di mana Jean-Philippe Mateta baru dua kali menjadi starter dan Ismaila Sarr harus absen hingga selesainya jeda internasional bulan November mendatang akibat cedera.

Potensi Kedatangan Sean Dyche

Apabila Sage gagal menunjukkan progres yang memuaskan dalam beberapa pekan ke depan, Palace dikabarkan bakal mengalihkan perhatian kepada pelatih yang lebih konservatif, yakni Sean Dyche. Laporan dari Football FanCast menyebutkan bahwa Dyche bahkan sempat dikonfirmasi sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi kepelatihan di Selhurst Park jika pemecatan terjadi.

Meski memiliki pengalaman bersama Burnley dan Everton, penunjukkan Dyche dinilai sebagian pihak sebagai sebuah langkah mundur bagi klub. Gaya taktik mantan manajer tersebut kerap dinilai terlalu hati-hati dan lebih cocok untuk berjuang keluar dari zona degradasi alih-alih bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa.

Thomas Frank sebagai Calon Pengganti Ideal

Mengingat bursa manajer yang cukup kompetitif, klub asal London tersebut dinilai lebih baik membidik opsi lain, salah satunya Thomas Frank. Pelatih asal Denmark itu kini tengah menganggur usai didepak oleh Tottenham Hotspur awal tahun ini, namun kinerjanya selama tujuh tahun bersama Brentford telah diakui sebagai salah satu yang terbaik oleh manajer Manchester City Pep Guardiola.

Selama menukangi Brentford, Frank sukses membangun tim yang mandiri dengan model perekrutan yang efektif serta konsisten di papan tengah Liga Primer. Sebagai pelatih yang gemar menerapkan formasi 4-2-3-1, ia dikenal adaptif, terorganisasi dalam situasi bertahan maupun menyerang, serta mampu memadukan pragmatisme dengan permainan menyerang yang menarik.

Karakteristik taktis tersebut dinilai mirip dengan gaya kepelatihan Oliver Glasner yang sukses mempersembahkan trofi bagi Crystal Palace sebelum hengkang pada akhir musim lalu. Walau belum berada di level yang sama dengan Glasner, kecerdasan taktik Frank diyakini mampu menghadirkan kembali corak permainan sepak bola intensif yang pernah membawa kesuksesan bagi klub.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *