Manajer Manchester United Michael Carrick menepis perbandingan antara dirinya dan Sir Alex Ferguson. Ia menegaskan pentingnya berfokus pada masa kini saat berupaya membenahi perjalanan musim timnya jelang laga melawan Aston Villa pada Minggu.
Ferguson dan Momentum Kemenangan atas Roma
Peringatan 40 tahun penunjukan Sir Alex Ferguson di Old Trafford menjadi momen pengingat akan masa-masa sulit di awal kepemimpinan manajer asal Skotlandia tersebut. Ferguson sempat berada di ambang pemecatan pada 1990 sebelum akhirnya bangkit berkat kemenangan di Piala FA atas Nottingham Forest lewat gol Mark Robins, hingga kemudian mempersembahkan 13 gelar Liga Premier dan dua trofi Liga Champions bagi Setan Merah.
Carrick sendiri sempat berada dalam situasi kritis saat timnya tertinggal 0-2 dari Roma pada babak pertama laga Liga Champions, Selasa malam. Namun, Manchester United mampu bangkit di babak kedua dan membalikkan kedudukan menjadi 3-2, yang memberikan suntikan moral positif menjelang laga akhir pekan.
Ketika ditanya mengenai Ferguson, Carrick menanggapi bahwa perbandingan semacam itu akan selalu ada. Kemenangan atas Roma disebutnya sebagai malam yang fantastis karena tim mampu mencetak gol dan tampil baik untuk meraih kemenangan. Namun, ia menekankan kepada 101 Great Goals bahwa belum ada pencapaian final yang diraih dan tim harus memanfaatkan momen tersebut untuk terus melangkah ke depan.
Perubahan Sepak Bola Modern dan Kondisi Skuad
Carrick menyadari bahwa dunia sepak bola telah banyak berubah dibandingkan era Ferguson pada 1990. Menurutnya, tuntutan industri saat ini membuat semua pihak ingin meraih kemenangan secepat mungkin, sehingga tim harus menghadapi situasi yang ada di hadapan mereka saat ini.
Saat ini Manchester United tengah mencatatkan awal musim liga terburuk mereka sejak 1986/1987—periode yang dahulu berujung pada pemecatan Ron Atkinson dan datangnya Ferguson. Posisi Setan Merah di klasemen sementara kini tepat berada satu tingkat di atas zona degradasi.
Meski demikian, Carrick meyakini timnya mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia menilai penampilan anak asuhnya pada babak pertama melawan Chelsea sangat baik, dan beberapa detail kecil yang kerap merugikan tim kini sedang terus dibenahi.
Di sisi lain, Manchester United mendapat kabar kurang menggembirakan dari ruang perawatan. Gelandang baru asal Kamerun, Carlos Baleba, dipastikan harus absen selama beberapa pekan dan diperkirakan belum bisa tampil meski jeda internasional telah usai. Sementara itu, bek kiri Patrick Dorgu sudah mulai menjalani latihan ringan setelah mengalami masalah hamstring, meski pihak klub masih akan memantau kesiapannya sebelum memutuskan apakah ia dapat diturunkan dalam pertandingan melawan Aston Villa yang dijadwalkan berlangsung Minggu sore pukul 16.30 waktu setempat.
Sumber: 101 Great Goals







