Berita Bola

Bruno Fernandes Kembali Sindir Carrick Lewat Media Sosial

Bruno Fernandes Kembali Sindir Carrick Lewat Media Sosial

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali melontarkan sindiran melalui media sosial setelah dicadangkan dalam satu pertandingan. Pemain berusia 32 tahun tersebut memberikan respons bernada sindiran di tengah penurunan performa yang dialaminya musim ini.

Kontroversi Pencadangan dan Penurunan Performa

Pemain tim nasional Portugal tersebut tidak dimainkan sama sekali saat Manchester United menelan kekalahan 3-0 dari Bournemouth di Old Trafford. Keputusan tersebut diambil setelah Fernandes mempertanyakan taktik pelatih Michael Carrick menyusul kekalahan 4-1 dari Como di Liga Champions pada pekan sebelumnya.

Carrick menyatakan bahwa keputusan membangkucadangkan Fernandes murni karena alasan teknis sepak bola, menyusul performa sang gelandang yang dinilai menurun drastis musim ini. Padahal, Fernandes dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Primer musim 2025/2026 setelah memecahkan rekor assist dengan 21 umpan berbuah gol pada musim lalu.

Namun, kontribusi pemain bernomor punggung andalan itu merosot tajam pada musim ini dengan hanya mencatatkan satu assist saat melawan Ipswich. Tiga dari empat golnya musim ini juga dicetak ke gawang tim promosi tersebut, sementara satu gol lainnya disarangkan ke gawang klub Liga Champions, Sabah.

Sindiran Melalui Unggahan Instagram

Alih-alih mengakui kesalahan dan bertekad bekerja keras untuk bangkit, Fernandes kedapatan menyukai sebuah video reels di Instagram yang menggambarkan dirinya sebagai sosok penyelamat yang tidak dihargai oleh klub. Seperti dilaporkan oleh Football365, video tersebut menggunakan ilustrasi monster batu buatan kecerdasan buatan (AI) yang menahan batu besar agar tidak menghancurkan sebuah kota yang melambangkan Manchester United.

Dalam video berlatar musik remix lagu Macarena tersebut, raksasa batu yang merepresentasikan Fernandes akhirnya memutuskan untuk menyingkir setelah diserang dengan panah oleh warga kota—yang diibaratkan seperti keputusan Carrick mencadangkannya. Video itu juga disertai takarir panjang mengenai orang setia yang sering kali diabaikan hingga akhirnya memilih berhenti peduli.

Tindakan menyukai unggahan tersebut dinilai kontradiktif dengan pernyataan Michael Carrick sebelumnya. Dalam konferensi pers, Carrick menegaskan bahwa Manchester United selalu lebih besar daripada individu mana pun.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *