Reaksi Max Eberl terhadap insiden kesehatan yang dialami Vincent Kompany didasari oleh pengalaman pribadinya saat terpaksa meninggalkan dunia sepak bola profesional akibat masalah kesehatan. Anggota Dewan Olahraga Bayern Munich tersebut menegaskan bahwa sang pelatih kepala akan diberikan waktu seluas-luasnya untuk memulihkan diri.
Pengalaman Pribadi Eberl
Seperti dilaporkan Get German Football News, Eberl secara tegas menolak berspekulasi mengenai penyebab medis dari insiden yang menimpa Kompany pada hari Jumat, seraya menyatakan bahwa pemeriksaan lanjutan masih harus dilakukan. Kendati demikian, ia memberikan refleksi mengenai risiko tetap bekerja ketika tubuh sudah memberikan sinyal peringatan.
“Jika Anda tidak mendengarkan sinyal paling tenang yang dikirimkan tubuh Anda, pada akhirnya tubuh Anda akan berteriak,” kata Eberl dalam konferensi pers prapertandingan Bayern menjelang laga Bundesliga melawan Freiburg, seperti dikutip dari Get German Football News. “Dan itulah yang terjadi sekarang.”
Pria berusia 52 tahun tersebut menyebut Kompany sebagai pekerja yang luar biasa dan menyatakan bahwa salah satu tugas Bayern selama masa pemulihan ini adalah melindungi sang pelatih dari dorongan kerjanya sendiri. Pernyataan tersebut mencerminkan kemiripan dengan perjalanan hidup Eberl sendiri.
Pada Januari 2022, Eberl secara mendadak mengundurkan diri sebagai direktur olahraga Borussia Mönchengladbach setelah lebih dari dua dekade mengabdi sebagai pemain dan eksekutif. Saat itu, ia mengungkapkan kepada para jurnalis bahwa dirinya sudah kehabisan tenaga dan lelah, serta kehilangan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan perannya.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa masa pemulihannya melibatkan kegiatan bepergian, mencari bantuan profesional, merenungkan kejadian tersebut, dan menulis jurnal pribadi. Eberl sempat kembali ke Bundesliga bersama RB Leipzig, sebuah keputusan yang memicu kontroversi di kalangan sebagian pendukung Gladbach yang mempertanyakan tingkat keparahan masalah yang ia hadapi saat itu.
Dalam wawancara dengan majalah 11Freunde pada tahun 2024, Eberl menjelaskan bahwa dirinya pernah mengalami kelelahan mental atau burnout. Ia menyadari bahwa dirinya telah kehilangan jati diri dan menutupi berbagai masalah dengan bekerja semakin keras, meskipun tubuhnya sudah memberikan peringatan keras.
Prioritas Kesehatan di Atas Sepak Bola
Pengalaman masa lalu tersebut membentuk sudut pandang Eberl dalam menangani situasi yang menimpa Kompany saat ini. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan hal yang paling utama dibandingkan dengan pertandingan sepak bola.
“Kabar baiknya adalah kondisinya stabil,” kata Eberl pada hari Sabtu, seperti dilansir Get German Football News. “Ini menunjukkan sekali lagi bahwa kesehatan adalah hal yang paling terpenting dalam hidup — bukan sepak bola. Yang terpenting adalah penyebabnya ditemukan dan ia menjadi sehat, bahwa ia dapat pulih dengan tenang dan hanya kembali ketika ia sudah bugar.”
Eberl mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Kompany beserta istrinya, serta menegaskan bahwa klub tidak akan memaksakan tenggat waktu buatan untuk kembalinya pelatih berusia 40 tahun tersebut. Kompany diperkirakan masih harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari ke depan untuk merampungkan serangkaian pemeriksaan lanjutan, sementara Bayern bersiap menghadapi absennya sang pelatih dalam hitungan pekan.
Meskipun situasi medis Kompany tidak dapat disamakan secara langsung dengan krisis psikologis yang dialami Eberl pada tahun 2022, sang direktur memahami betul titik di mana tuntutan sepak bola profesional harus diletakkan di bawah kesehatan individu.
Bayern Munich akan melanjutkan agenda pertandingan tanpa kehadiran Kompany selama waktu yang diperlukan, sementara urusan sepak bola untuk sementara waktu harus menunggu.
Sumber: Get German Football News







