Liga

Apakah Tottenham Hotspur Akhirnya Mulai Bangkit Kembali?

Apakah Tottenham Hotspur Akhirnya Mulai Bangkit Kembali?

Kemenangan 2-0 atas Chelsea pada hari Sabtu mengangkat posisi Tottenham Hotspur ke peringkat ke-12 di ajang Liga Primer, yang menjadi tangga klasemen tertinggi mereka sejak 2 Januari. Setelah dua musim secara beruntun finis di peringkat ke-17, mulai muncul tanda-tanda bahwa skuad asuhan Roberto de Zerbi ini perlahan keluar dari periode sulit.

Pertemuan Tim yang Membawa Perubahan

Hasil positif di Stamford Bridge tersebut baru menjadi kali kedua Tottenham mampu mencatatkan dua kemenangan liga secara beruntun dalam 42 kesempatan, yang dimotori oleh penampilan cemerlang James Maddison dan Mathys Tel. Pertandingan itu juga menandai kali pertama mereka mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen dalam satu laga sejak April 2025.

Kemenangan ini diraih secara layak, kendati Chelsea turut membantu lewat gol bunuh diri penjaga gawang Mike Penders dan kartu merah yang diterima Cole Palmer akibat dua kartu kuning. Tottenham memerlukan tujuh pertandingan untuk mengamankan kemenangan perdana musim ini melawan Coventry pada hari Senin, sebuah transformasi drastis dari tim yang bahkan gagal mencetak gol hingga 19 September lalu.

Pelatih Roberto de Zerbi mengungkapkan bahwa sebuah pertemuan tim yang digelar awal bulan ini menjadi pemantik kebangkitan mereka, meskipun Maddison kembali harus ditarik keluar karena cedera. “Tujuh poin setelah Manchester. Sebelum Manchester kami banyak berbicara, kami mengadakan pertemuan besar,” kata De Zerbi seperti dilansir BBC Sport. “Kami melepas topeng dan berbicara dengan jujur dan jelas di hadapan diri kami sendiri. Dari saat itu, saya pikir sesuatu mulai berubah dalam diri kami.”

Mantan penjaga gawang Chelsea, Rob Green, turut menyampaikan pandangannya kepada BBC Radio 5 Live dengan menyebut laga tersebut sebagai sore yang diimpikan oleh Tottenham karena mereka tampil terkontrol dan nyaman menguasai bola.

Performa Pemain Kunci dan Rekrutan Musim Panas

De Zerbi ditunjuk sebagai manajer Tottenham pada akhir Maret 2026 saat klub berada dalam situasi krisis sebagai juru taktik ketiga dalam musim tersebut, di mana mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi dengan sisa tujuh pertandingan. Usai mengamankan posisi di liga, klub mengeluarkan belanja lebih dari 300 juta poundsterling untuk pemain baru di musim panas guna mengembalikan kejayaan tim.

Mantan pemain bertahan Arsenal, Martin Keown, menilai kepada BBC Sport bahwa Tottenham membuat pernyataan besar lewat performa yang sangat meyakinkan. Ia memuji penampilan Maddison di lini tengah, serta kontribusi Mathys Tel di sisi kiri dan Mohammed Kudus di sisi kanan.

Mathys Tel, yang didatangkan dari Bayern Munich seharga 30 juta poundsterling pada Juni 2025 dan sempat mendapat kritik suporter, mencetak gol penentu kemenangan lewat tendangan mendatar usai melakukan aksiMenusuk ke pertahanan lawan. Penyerang asal Prancis berusia 21 tahun itu menyatakan kepada Sky Sports bahwa hasil ini sangat istimewa mengingat kesulitan mereka saat bertamu ke kandang Chelsea selama bertahun-tahun.

Selain itu, para rekrutan musim panas lainnya seperti Jan Paul van Hecke dari Brighton, Matheus Fernandes dari West Ham, dan Sandro Tonali dari Newcastle turut menuai pujian dari De Zerbi atas kontribusi mereka dalam meredam Chelsea. Di sisi lain, kembalinya Maddison dari cedera lutut panjang memberikan dampak besar, meski sang gelandang kembali harus keluar lapangan akibat masalah pada bagian pangkal paha.

Tottenham kini mencatatkan hasil tak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Walau lini serang masih menyisakan catatan dengan koleksi delapan gol dari delapan laga, kemenangan derbi atas Chelsea tanpa kebobolan sejak 1986 ini menunjukkan bahwa fase awal pembangunan ulang di bawah kendali De Zerbi berjalan sesuai jalur.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *