Analisis

Man Utd Dinilai Bisa Bangkitkan Bruno Fernandes Lewat Fabregas

Man Utd Dinilai Bisa Bangkitkan Bruno Fernandes Lewat Fabregas

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan kritik terbuka kepada staf kepelatihan setelah timnya menelan kekalahan 4-1 dari Como dalam ajang Liga Champions. Gelandang asal Portugal itu merasa keputusan taktik tidak menekan lawan secara langsung membuat Como leluasa mengembangkan permainan.

Kritik Taktik dan Penurunan Performa Bruno Fernandes

Seperti dilaporkan Football FanCast, Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menerapkan penjagaan *man-to-man* terhadap klub Italia tersebut merupakan instruksi langsung dari Michael Carrick dan jajaran pelatih. Menurutnya, skema zona *pressing* memberikan ruang yang terlalu luas bagi Como sehingga lawan mampu mendominasi pertandingan.

Frustrasi sang kapten diyakini turut berkaitan dengan situasi personalnya musim ini yang belum kembali ke level permainan terbaiknya. Bruno sempat tampil gemilang saat menghadapi tim promosi Ipswich Town pada Agustus lalu dengan mencatatkan tiga gol dan satu assist dalam kemenangan 5-2. Namun, di luar laga tersebut, ia hanya mampu mencetak satu gol dari sepuluh penampilan di semua kompetisi tanpa menyumbang satu pun assist.

Penurunan statistik tersebut tidak lepas dari keputusan taktik Carrick yang kerap memindahkannya ke posisi sayap kanan, sayap kiri, hingga penyerang tengah. Seluruh 35 penampilan Bruno di Liga Primer Inggris musim lalu dicatatkan di posisi sentral, dan perubahan posisi terbukti berdampak negatif terhadap kontribusinya di sepertiga akhir lapangan.

Cesc Fabregas sebagai Solusi di Old Trafford

Manchester United dinilai perlu mempertimbangkan langkah memecat manajer saat ini dan mendatangkan juru taktik baru untuk mengangkat performa tim. Selain nama-nama seperti Julian Nagelsmann dan Antonio Conte, klub dapat membidik pelatih Como, Cesc Fabregas, yang baru saja mengalahkan Carrick di Liga Champions.

Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu berhasil membawa Como promosi ke Serie A, finis di peringkat kesepuluh pada musim perdana, lalu mengamankan posisi keempat di klasemen akhir musim 2025/2026. Di bawah arahan Fabregas, gelandang serang asal Argentina, Nico Paz, mampu berkembang pesat dan mencatatkan empat gol serta lima assist dari sepuluh penampilan awal musim ini.

Direktur olahraga Como, Carlalberto Ludi, bahkan sempat memuji Fabregas sebagai pelatih terbaik di dunia berkat kemampuannya meracik taktik menyerang yang dinamis dan terstruktur. Melalui formasi andalannya 4-2-3-1 dan peran sentral di posisi nomor sepuluh, Fabregas diyakini mampu memaksimalkan kembali potensi Bruno Fernandes seperti halnya ia mengoptimalkan peran Nico Paz di Italia.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *