Daftar Isi
Mantan manajer Tony Pulis menilai masalah yang dihadapi Manchester United saat ini bukan sekadar soal siapa juru taktik yang memimpin tim. Dalam kolom analisisnya untuk BBC Sport yang ditulis bersama Chris Bevan, Pulis menyebut klub berjuluk Setan Merah itu membutuhkan stabilitas dan waktu untuk membenahi diri ketimbang terus-menerus melakukan perubahan.
Warisan Skuad dan Tantangan Rekrutmen
Menurut Pulis, untuk menilai kinerja Michael Carrick dengan adil, semua pihak harus melihat apa yang diwariskan kepadanya dan mempertimbangkan apakah Manchester United bisa menjadi organisasi yang sukses. Dalam lima tahun terakhir, klub telah menghabiskan lebih dari satu miliar poundsterling untuk mendatangkan 27 rekrutan utama di bawah tiga manajer permanen sebelumnya, yakni Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim. Pada tahun ini, di bawah kepemimpinan Carrick, klub kembali menggelontorkan dana sebesar 150 juta poundsterling yang sebagian besar dialokasikan untuk lini tengah.
Pulis menambahkan bahwa sebagai manajer yang datang ke klub bermasalah, seorang pelatih harus segera menetapkan prinsip non-negosiasi seperti kerja keras dan semangat kolektif di ruang ganti. Pengalaman serupa juga dirasakannya di klub-klub Liga Inggris lain, di mana para pemilik klub selalu meminta pandangan mengenai kemampuan pemain yang diwarisi sekaligus nilai mereka sebagai aset di neraca keuangan dan bursa transfer. Situasi ini kerap membuat manajer tidak bisa sepenuhnya jujur mengenai kondisi pemain tertentu demi melindungi nilai pasar dan menjaga stabilitas klub.
Kritik Terbuka Pemain dan Sorotan pada Kapten
Strategi perekrutan klub baru-baru ini juga sempat dipertanyakan secara terbuka oleh bek Lisandro Martinez. Namun, Pulis berpandangan bahwa pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan serius mengenai sang pemain sendiri, apakah ia merasa sudah tampil sukses atau justru menjadi bagian dari masalah.
Masalah lain yang harus dihadapi Carrick adalah komentar kapten tim Bruno Fernandes usai kekalahan dari Como di Liga Champions. Pulis menyebut pemandangan tersebut sangat menyayat hati ketika seorang manajer harus pasang badan setelah penampilan tim yang dinilai mempertanyakan sikap untuk sekadar bersaing dan berlari di lapangan.
Meniru Blueprint Arsenal dan Dukungan untuk Carrick
Lebih lanjut, Pulis menyarankan agar Manchester United meniru cetak biru yang diterapkan oleh rival mereka, Arsenal, di bawah kepemimpinan Mikel Arteta sejak Desember 2019. Meskipun sempat menghadapi tekanan besar dari suporter dan media ketika hasil positif tidak bertahan, Arsenal tidak pernah goyah dan memberikan waktu bagi Arteta untuk membangun identitas yang jelas.
Pulis meyakini bahwa Carrick, yang didukung oleh staf pelatih berpengalaman seperti Steve Holland, Jonny Evans, dan Jonathan Woodgate, harus kembali diberi dukungan penuh untuk melakukan pembenahan. Meski skuad yang ada saat ini diyakini mampu bersaing untuk zona Liga Champions ketika semua pemain bugar, Manchester United dinilai belum cukup tangguh untuk meraih gelar juara liga, sehingga stabilitas menjadi kunci utama bagi masa depan klub.
Sumber: BBC Sport







