Daftar Isi
Karier gemilang Ian Wright di lapangan hijau hanya sebagian dari alasan mengapa mantan penyerang tim nasional Inggris ini begitu dicintai publik. Berdasarkan ulasan dari Planet Football, kepribadian yang karismatik, kepedulian sosial yang tinggi, hingga aksi-aksinya yang menghibur di layar kaca membuatnya pantas disebut sebagai harta karun nasional.
Karier Gemilang di Lapangan Hijau
Sebagai pencetak gol ulung, Wright memiliki catatan rasio gol yang luar biasa, yakni hampir mencetak satu gol dari setiap dua pertandingan sepanjang kariernya. Setelah enam tahun membela Crystal Palace dengan torehan 90 gol dari 225 penampilan, ia pindah ke Arsenal dengan nilai transfer sebesar 2,5 juta poundsterling pada tahun 1991.
Di Highbury, ketajamannya langsung terbukti saat ia mencetak gol pada laga debutnya di Piala Liga melawan Leicester City, serta memborong tiga gol ke gawang Southampton pada debut liganya, sebelum menutup musim dengan koleksi 31 gol. Bersama Meriam London, ia mempersembahkan satu gelar Liga Primer, dua Piala FA, satu Piala Liga, dan Piala Winners UEFA, serta mengemas 128 gol dari 221 penampilan yang sempat menjadi rekor klub sebelum dipecahkan Thierry Henry.
Ia kemudian melanjutkan petualangannya ke West Ham United, menjalani masa peminjaman yang sukses di Nottingham Forest, memperkuat Celtic, dan menutup karier profesionalnya di Burnley.
Memulai Karier Profesional di Usia 21 Tahun
Kisah hidup Wright memberikan inspirasi besar karena ia baru meniti jalur profesional saat usianya menginjak 21 tahun, atau tiga bulan sebelum berulang tahun ke-22. Saat itu, ia masih bermain untuk klub semi-profesional Greenwich Borough sebelum manajer Dulwich Hamlet, Billy Smith, memberikan rekomendasi kepada pelatih Crystal Palace, Steve Coppell.
Setelah menjalani masa percobaan di Selhurst Park, Wright mendapatkan kontrak profesional pertamanya dan tidak pernah menoleh ke belakang lagi. Sebelum bergabung dengan Greenwich Borough pada tahun 1985, ia bahkan hanya bermain untuk klub liga hari Minggu bernama Ten-em-Bee.
Momen Emosional Bersama Guru Masa Kecil
Salah satu momen paling mengharukan dalam dunia sepak bola terjadi ketika Wright dikejutkan oleh kemunculan guru sekolah dasarnya, Mr. Syd Pidgen, yang tidak ia jumpai selama hampir 25 tahun. Pidgen sempat menduga sang mantan murid mengira dirinya sudah tiada, sementara mantan penyerang Arsenal itu tampak sangat emosional hingga menangis.
Sambil memeluk gurunya, Wright berkata, “Kau masih hidup!” Ia menggambarkan mendiang Pidgen sebagai sosok figur pria penting pertama dalam hidupnya. Penghormatan kepada sang guru kembali ia sampaikan ketika tampil dalam acara Desert Island Discs.
Karisma, Sifat Humoris, dan Kritik Tajam
Daya tarik Wright juga terpancar dari senyuman lebar, pesona, serta kepribadiannya yang tidak jaim dan tahu cara menertawakan diri sendiri. Kehadirannya sebagai pengamat sepak bola di radio maupun televisi, termasuk di Monday Night Club dan acara bersama Kelly Cates, selalu berhasil menghadirkan hiburan berkualitas berkat kecerdasan dalam merespons candaan rekan sesama pandit.
Selain humoris, Wright dikenal sebagai sosok yang blak-blakan dalam menyampaikan kritik tanpa bertele-tele, baik terhadap Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) maupun Arsenal. Penggemar menyukai gaya penyampaiannya yang jujur dan jauh dari klise dunia kepanditan sepak bola.
Gaya Busana dan Perjalanan Karier Televisi
Di luar dunia sepak bola, Wright bertransformasi menjadi ikon mode dengan keberanian mengenakan berbagai pakaian unik yang tampil pas di tubuhnya. Reputasinya di dunia pertelevisian juga melesat jauh sejak menjadi presenter tamu Top of the Pops pada tahun 2004 dan memandu acara bicaranya sendiri di ITV berjudul Friday Night’s All Wright, selain tetap setia menghiasi berbagai iklan komersial.
Kontribusi untuk Komunitas dan Sepak Bola Wanita
Wright tidak pernah melupakan akar komunitasnya dan baru-baru ini meresmikan lapangan 3G baru bernama Rocky & Wrighty Arena di Turnham Academy, sekolah yang dulu ia dan mendiang sahabatnya, David Rocastle, hadiri. Selain itu, ia merupakan pendukung setia perkembangan sepak bola wanita.
Wright pernah melayangkan kritik keras setelah kemenangan Inggris atas Swedia di semifinal Euro 2022 mengenai pentingnya akses bermain sepak bola bagi anak perempuan di sekolah. Kepedulian nyatanya juga dibuktikan dengan membiayai sendiri rehabilitasi cedera ACL pemain Stoke City, Kayleigh McDonald.
Sumber: Planet Football







