Liga Primer

Kai Havertz Ukir Sejarah Liga Primer Usai Kalahkan Liverpool

Kai Havertz Ukir Sejarah Liga Primer Usai Kalahkan Liverpool

Kai Havertz mencatatkan sejarah di ajang Liga Primer dengan mencetak gol kemenangan Arsenal atas Liverpool di Stadion Anfield, sekaligus menobatkan dirinya sebagai pencetak gol asal Jerman terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut seperti dilaporkan CaughtOffside.

Gol Bersejarah di Anfield

Pemain berusia 27 tahun itu membobol gawang lawan saat laga baru berjalan 16 menit untuk memastikan kemenangan 1-0 Arsenal atas Liverpool. Hasil ini sekaligus memutus penantian selama 14 tahun bagi The Gunners untuk meraih kemenangan tandang di markas Liverpool di ajang liga.

Secara individu, torehan tersebut membawa koleksi gol Havertz di Liga Primer menjadi 46 gol. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh mantan gelandang Manchester City, İlkay Gündoğan.

Penyelesaian akhir yang memanfaatkan umpan matang dari Declan Rice mengonfirmasi catatan dari Opta bahwa Havertz kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak asal Jerman di Liga Primer dengan 46 gol, melewati catatan Gündoğan sebanyak 45 gol. Dari total gol tersebut, sebanyak 19 gol dicetak saat ia memperkuat Chelsea dan 27 gol lainnya dicatatkan bersama Arsenal. Gol penentu di Anfield ini juga merupakan gol ketiga Havertz di Liga Primer pada musim berjalan.

Bayar Kepercayaan Mikel Arteta

Kemenangan di Anfield ini terasa semakin spesial karena Arsenal tidak pernah menang di kandang Liverpool tersebut sejak September 2012. Gol cepat Havertz sukses membawa skuad asuhan Mikel Arteta kembali ke puncak klasemen sementara Liga Primer dengan keunggulan tiga poin atas Manchester City, memanfaatkan kesalahan distribusi dari penjaga gawang Alisson Becker.

Perjalanan karier Havertz di Arsenal kerap memicu perdebatan, namun pencapaian ini membuktikan produktivitasnya. Meskipun penyelesaian akhirnya terkadang menuai kritik, torehan 46 gol merupakan pencapaian besar mengingat ia kerap dimainkan sebagai gelandang alih-alih penyerang murni.

Manajer Mikel Arteta memilih untuk menurunkan Havertz ketimbang Viktor Gyökeres dalam salah satu laga tandang terbesar musim ini, dan sang pemain mampu membayar kepercayaan tersebut dengan momen penentu. Memecahkan rekor Gündoğan di Anfield sembari mengakhiri catatan buruk tanpa kemenangan membuat pencapaian tersebut semakin berarti bagi pemain berusia 27 tahun yang masih memiliki banyak waktu untuk memperpanjang rekornya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *