Mantan pemain bertalenta asal Amerika Serikat, Freddy Adu, mengungkapkan kebingungannya mengenai alasan kepindahannya ke Manchester United yang tidak pernah terwujud pada masa awal kariernya.
Pada November 2006, saat berusia 17 tahun dan sudah menjadi pemain reguler di MLS bersama DC United, Adu sempat menjalani uji coba di Manchester United. Nama sang playmaker saat itu terus dikaitkan dengan kepindahan ke Old Trafford, namun kesepakatan tersebut tidak pernah terealisasi.
Pilihan Menuju Benfica dan Impian Liga Besar
Setelah kepindahan ke Inggris batal, Adu sempat bermain singkat di Real Salt Lake sebelum akhirnya ditransfer ke klub Portugal, Benfica, dengan nilai kesepakatan 2 juta dolar AS. Kepindahan tersebut menjadi awal dari perjalanan kariernya sebagai pemain di lebih dari selusin klub berbeda.
Adu menyampaikan kepada FourFourTwo bahwa dirinya tidak mengetahui penyebab pasti mengapa transfer ke Manchester United gagal. Saat itu, ia masih muda dan menyerahkan urusan penawaran kepada agen serta penasihat di sekitarnya.
Menurut Adu, agen dan penasihatnya menganggap Benfica sebagai batu loncatan terbaik untuk memberi kesempatan bermain dan berkembang. Padahal, Adu secara pribadi lebih memimpikan bermain di kompetisi besar Eropa seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, atau Liga Jerman karena liga-liga tersebut lebih dikenal di Amerika Serikat pada saat itu.
Pergantian Pelatih yang Mengganggu Karier
Meski sempat terkesan dengan skala klub dan atmosfer Benfica setelah bergabung, pengalaman Adu di Portugal justru tidak berjalan sesuai harapan. Situasinya memburuk akibat ketidakstabilan posisi pelatih klub pada musim perdananya.
Adu menjelaskan bahwa Benfica mengalami tiga kali pergantian pelatih dalam satu tahun pertamanya. Setiap pelatih baru membawa ide dan jajaran pemain pilihan masing-masing, yang membuat posisi Adu menjadi tidak pasti.
Kondisi tersebut membuat musim perdananya di Eropa menjadi sangat tidak menentu. Adu menyebutkan bahwa setelah periode tersebut, perjalanan kariernya mulai bergerak ke arah yang salah dan terus mengalami penurunan.
Sumber: Latest from FourFourTwo







